TERJEMAHAN HASIL WAWANCARA DUBES RI-ALGER DENGAN HARIAN EL MASSAR EL ARABI DALAM MEMPERINGATI HARI WANITA SEDUNIA
Wawancara oleh : Amel Guendil
“Yuli Mumpuni Widarso” Duta Besar Indonesia di Alger kepada El Massar El Arabi:
“Harus dibentuk badan legislatif yang khusus menerbitkan undang-undang berkaitan dengan perempuan”
- BUMN Konstruksi Indonesia berminat untuk membangun apartemen mewah di Aljazair.
- Kontak-kontak sedang dilakukan dengan perusahaan induk di Jepang untuk ekspor mobil ke Aljazair.
Duta Besar Indonesia di Alger Ibu ”Yuli Mumpuni Widarso” menyatakan kepada El Massar El Arabi, bahwa Indonesia akan memetik berbagai peluang yang ada di Aljazair dan perusahaan-perusahaan besar Indonesia kagum dengan program pembangunan satu juta unit rumah di Aljazair. Ekspor Indonesia ke Aljazair pada tahun 2008 mencapai US$ 378, 271 Juta. Ibu Duta Besar menambahkan dalam wawancara panjang ini bahwa cara terbaik bagi Aljazair untuk memanfaatkan pengalaman Indonesia adalah melalui pendirian usaha kemitraan (joint venture) antara kedua negara. Kedua negara telah membahas kemungkinan penandatanganan Nota Kesepahaman/MoU di bidang pariwisata, termasuk pendidikan para kader di bidang pariwisata Aljazair di berbagai pusat pendidikan pariwisata di Indonesia.
Wawancara oleh : Amel Guendil
- El Massar El Arabi: Bagaimana penilaian Yang Mulia terhadap hubungan Aljazair-Indonesia?
Hubungan bilateral Aljazair –Indonesia telah membuahkan hasil yang banyak, di sektor tradisional telah berkembang di bidang politik, ekonomi dan kebudayaan,,begitu juga di bidang non tradisional seperti komunikasi dan infrastruktur, Hubungan antara lembaga legislatif kedua negara juga baik. Ekspor non migas Indonesia ke Aljazair juga telah meningkat, tetapi karena Indonesia mengimpor minyak sekitar 300 ribu barrel per hari dari Aljazair, maka neraca perdagangan bilateral lebih menguntungkan Aljazair.
- El Massar El Arabi: Bagaimana strategi yang benar menurut Yang Mulia untuk pengembangan hubungan Aljazair- Indonesia?
Menurut padangan saya, kita harus memperkuat pondasi hubungan bilateral yang sudah ada. Karena kita sudah tidak mempunyai masalah di bidang politik, maka hubungan ekonomi, perdagangan, budaya dan pendidikan harus ditingkatkan. Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, bangga dapat bekerjasama dengan Aljazair mengenai berbagai issue di percaturan regional dan internasional, dalam rangka membela kepentingan umat Islam. Mengenai strategi dari pihak kami, kami akan memetik berbagai peluang yang ada di Aljazair dan kita akan memanfaatkan berbagai potensi yang dimiliki Indonesia untuk pengembangan kerjasama dengan Aljazair.
- El Massar El Arabi: Beberapa pelaku usaha Aljazair telah mengungkapkan niatnya untuk mengimpor produks Indonesia. Apakah niat tersebut telah direalisasikan?
Niat tersebut telah direalisasikan oleh para pelaku usaha Aljazair di bidang perdagangan, dengan bukti bahwa pada tahun 2007, ekspor Indonesia ke Aljazair hanya berjumlah US$ 180,357 Juta dan pada tahun 2008 angka tersebut telah meningkat menjadi US$ 378,271 Juta. Ini adalah bukti yang konktrit.
- El Massar El Arabi: Banyak pelaku usaha yang saya temui menghadapi masalah pengiriman barang, baik melalui laut atau udara. Apakah akan ada solusi terhadap masalah tersebut?
Saat ini belum ada penerbangan langsung antara kedua negara karena maskapai penerbangan Aljazair dan Indonesia belum membuka rute langsung tersebut. Rute penerbangan antara Aljazair dan Indonesia saat ini sudah dilayani oleh Qatar Airways, dan sebagian besar pelaku usaha kedua negara telah memanfaatkan penerbangan tersebut karena lebih pendek dibandingkan dengan penerbangan lainnya. Qatar Airways juga akan menambah frekuensi penerbangan dengan rute Alger, Doha dan Indonesia di masa mendatang. Kami mengharapkan penerbangan yang intensif tersebut akan mempermudah dan membantu pengembangan hubungan dagang antara kedua negara. Mengenai angkutan laut, belum ada rute niaga langsung antara kedua negara, sehingga hubungan dagang tradisional masih dilakukan melalui Singapura, Perancis dan Spanyol. Rute tersebut menjadi penyebab naiknya harga barang karena itu kita mendorong pembukaan rute penerbangan udara dan laut secara langsung di masa mendatang.
- El Massar El Arabi : Indonesia sejak waktu lama telah terkenal dengan industri elektroniknya. Bagaimana Aljazair dapat memanfaatkan pengalaman Indonesia tersebut?
Sudah banyak produk elektronik Indonesia diekspor ke Aljazair. Indonesia memproduksi berbagai produk elektronik, seperti: chips komputer, telekomunikasi, onderdil mobil dan alat elektronik kebutuhan rumah tangga. Produks tersebut telah diproduksi di berbagai kota Indonesia, tidak hanya di Jakarta. Ekspor produk elektronik Indonesia ke seluruh dunia pada tahun 2007 mencapai US$ 7,9 Milyar, naik sebesar 0,3 %. Cara terbaik untuk mendapatklan manfaat dari pengalaman ini adalah melalui pendirian usaha kemitraan antara perusahaan Aljazair dengan perusahaan Indonesia. Indonesia memproduksi berbagai produk elektronik melalui kerjasama dengan perusahaans Asing, a.l. : Panasonics dan Samsung.
- El Massar El Arabi: Apakah benar Indonesia berniat untuk investasi di Aljazair dalam bidang indiustri automotif?
Mengenai industri automotif, industri automotif Indonesia merupakan bagian dari perusahaans besar Jepang yang memproduksi mobil, antara lain: Toyota, Suzuki, Daihatsu. Sejumlah pengusaha Aljazair telah mengungkapkan niatnya untuk mengimpor mobil tersebut, begitu juga perusahaans Indonesia telah mengungkapkan minat untuk investasi di Aljazair dan di negaras Afrika lainnya. Kontak-kontak sedang dilakukan dengan perusahaan induk di Jepang dan kita sedang menunggu hasil kontak antara Alger, Tokyo dan Jakarta tersebut. Untuk diketahui, mobil produksi Indonesia telah diekspor ke pasar Timur Tengah, negaras Asia Timur. Nilai ekspor mobil Indonesia ke seluruh dunia pada tahun 2007 mencapai US$ 2,1 Milyar.
- El Massar El Arabi : Indonesia telah berubah dari negara pengekspor menjadi pengimpor minyak. Bagaimana perubahan tersebut terjadi?
Perubahan tersebut terjadi karena faktor domestik, antara lain karena pertambahan jumlah penduduk dan perkembangan perindustrian Indonesia, yang menyebabkan naiknya permintaan akan minyak bumi. Produksi minyak Indonesia hanya sebesar 920 ribu barrel per hari sedangkan kebutuhan meningkat menjadi 1,125 juta barrel per hari. Untuk menutupi kekurangan tersebut, Indonesia memutuskan untuk mengimpor minyak dari luar negeri, karena biayanya lebih murah dari pada investasi di bidang eksplorasi minyak.
- El Massar El Arabi : Indonesia telah menarik diri dari OPEC karena telah menjadi negara pegimpor minyak. Apakah keputusan tersebut bersifat definitif?
Indonesia sudah tidak menjadi anggota OPEC dan telah meminta penangguhan keanggotaannya dalam OPEC sejak pertemuan OPEC bulan September 2008 di Wina. Penangguhan keanggotaan secara resmi dilakukan pada pertemuan bulan Desember di Oran dan sejak awal Januari 2009, kenaggotaan Indonesia telah ditangguhkan secara resmi. Sekalipun demikian, dimasa mendatang Indonesia berniat untuk meningkatkan produksi minyaknya dan kembali bergabung dengan OPEC.
- El Massar El Arabi : Di bidang apa saja para pelaku usaha Indonesia mau berinvestasi di Aljazair?
Beberapa waktu lalu saya telah mendampingi delegasi pengusaha Indonesia yang berkeinginan untuk investasi di Aljazair, diantara mereka ada yang bekerja di bidang kontraktor perumahan, waduk, industri bahan makanan dan pertanian. Saya mengharapkan mereka akan mendapatkan peluang untuk investasi di Aljazair, karena pemerintah memberikan prioritas lepada bidang-bidang tersebut.
- Aljazair dan Indonesia merupakan dua negara tujuan pariwisata yang indah. Apakah sudah pernah ditandatangani persetujuan kerjasama di bidang tersebut?
Kedua negara telah membahas kemungkinan penandatanganan Nota Kesepahaman/MoU di sektor tersebut dalam persiapan sidang Komisi Bersama Aljazir-Indonesia. Indonesia telah mengajukan draft MoU di bidang pariwisata meliputi tawaran untuk pengembangan pariwisata, training kader pariwisata Aljazair di pusat pendidikan pariwisata Indonesia. Rancangan MoU di bidang pariwisata telah kami sampaikan kepada Kementerian Pariwsata dan kami sedang menunggu jawabanya.
- Beberapa waktu lalu Yang Mulia telah bertemu dengan Menteri Perumahan dan Perkotaan, dimana telah dibahas mengenai program kerjasama antara Kementerian Perumahan kedua negara. Sampai dimana perkembangannya?
Indonesia terlambat masuk ke Aljazair di bidang kontruksi perumahan disebabkan oleh berbagai faktor, a.l. fokus pembangunan perumahan di Indonesia. Sebagaimana diketahui, jumlah penduduk Indonesia sangat besar yang membutuhkan pula rumah dalam jumlah besar. Tetapi dalam beberapa tahun terakhir perusahaan kontraktor perumahan Indonesia telah masuk ke pasar berbagai negara seperti: Vietnam, Dubai, Doha dll. Kita kagum dengan program satu juta rumah di Aljazair dan informasi ini telah kami sampaikan kepada BUMN konstruksi Indonesia dan berbagai perusahaan lainnya. Dalam kunjungannya ke Indonesia pada bulan Januari 2009, Menteri PU Mr. Amar Ghoul telah menjelaskan pula mengenai program satu juta rumah kepada perusahaans Indonesia, yang memberikan tanggapan positif. Dalam beberapa waktu mendatang, wakil dari PT. WIKA yang dikenal sebagai kontraktor pembangunan jembatans besar pada East West Motorway Project akan datang di Aljazair dan akan membangun apartemen untuk kalangan menengah ke atas, Untuk diketahui, perusahaan ini dikenal sebagai pembangun apartemen untuk kalangan menengah atas di Indonesia dan beberapa negara lainnya. Di samping perusahaan ini, ada sebuah grup perusahaan Indonesia lainnya bernama “PT. Bakrie&Brothers Tbk” yang memiliki anak perusahaan bernama “Bakrie Land” yang telah membangun berbagai kota baru, pusat perbelanjaan, dll juga ingin ikut serta dalam pembangunan perumahan dan apartemen mewah di Aljazair.
- El Massar El Arabi: Menurut prediksi Yang Mulia, berapa prosentase yang akan dibangun kedua perusahaan tersebut?
Ketawa dan melanjutkan….kita tidak mempunyai data statistik yang rinci tetapi kami berkeinginan besar untuk membangun perumahaan tersebut, karena Aljazair telah mengajak perusahaan Indonesia untuk membangun berbagai proyek di Aljazair. Di masa lalu, kami telah mendukung perjuangan rakyat Aljazair pada waktu revolusi perang kemerdekaan, dan saat ini kami mendukung Aljazair dalam merealisaikan pembangunan. Kedutaan Besar Indonesia di Alger mendorong para investor Indonesia agar berpartisipasi dalam merealisasikan pembangunan di Aljazair.
- Pada hari ini kita memperingati Hari Wanita Se-Dunia. Bagaimana penilaian Yang Mulia terhadap kondisi wanita di dunia saat ini?
Saya ingin memberikan catatan secara umum. Jumlah kaum wanita lebih banyak dari kaum lelaki tetapi dilihat dari realita yang ada, peran kaum wanita masih tetap terbatas, malah di sebagian besar negara berkembang, peran wakita, baik di rumah, dalam kehidupan politik, kemasyarakatan dan kehidupan nasional masih berada dalam tahap pembahasan. Begitu juga sebagian negara belum menandatangani konvensi mengenai penghapusan diskriminasi terhadap wanita di dunia.
- El Massar El Arabi: Menurut Yang Mulia, bagaimana solusi yang efektif yang seharusnya dibuat pemerintah dan berbagai organisasi HAM internasional untuk melindungi kaum wanita?
Guna melindungi kaum wanita, harus dibuat undang-undang yang memberikan sanksi kepada para pelanggar hak-hak kaum wanita, pembentukan komisi untuk melindungi hak-hak kaum wanita, yang bertugas membahas sistem dan undangs yang berkaitan dengan promosi peran kaum wanita, memberikan peluang yang lebih luas dalam kehidupan sosial, pengambilan keputusan politik di tingkat nasional dan perlindungan kepentingan kaum wanita. Seluruh undangs yang akan diberlakukan harus terlebih dahulu meminta pendapat komisi wanita tersebut. Begitu juga, di lembaga legislatif harus dibuat komisi khusus wanita yang mempelajari seluruh rancangan undangs sebelum pengesahannya, sehingga dapat dikonfirmasikan bahwa undangs tersebut tidak melanggar peran dan hak kaum wanita.
- Kaum wanita menghadapi kekerasan dan pelecehan. Bagaimana pandangan Yang Mulia kaum wanita dapat terlindungi dari fenomena tersebut?
Harus dibuat undangs yang menghukum berat setiap pelanggar hak-hak kaum wanita. Dalam kaitan ini, pemerintah Indonesia telah membuat undangs no. 22 tahun 2006 mengenai kekerasan dalam keluarga, dimana telah tercatat berbagai bentuk pelanggaran dengan sebagian besar korbannya adalah wanita. Karena itu, langkah ini dapat dianggap sebagai langkah konkrit untuk melindungi kaum wanita di rumah tangga.
- El Massar El Arabi: Presiden baru Amerika Serikat Barack Obama telah dilantik sebagai Presiden pertama berkulit hitam di Gedung Putih. Apakah Yang Mulia menggantung harapan besar kepada posisinya terutama yang berkaitan dengan penghapusan secara permanen diskriminasi rasial?
Saya pikir kita dapat menggantungkan harapan kepada pernyataan Barack Obama yang ditegaskannnya waktu masa kampanye dan setelah menjadi Presiden Amerika Serikat. Sikap tersebut tidak hanya untuk tujuan pemilu dan kita optimis dengan pandangan Presiden Obama mengenai perlindungan kaum wanita dan penghapusan diskriminasi rasial. Kita mengetahui bahwa Obama telah menulis buku dengan judul ”My Father’s dream, the route from Jakarta to Washington”. Sebagaimana diketahui,Presiden Obama telah dibesarkan oleh ibunya yang dikenal sebagai wanita yang kuat dan faktor bapak yang tahu persis arti diskriminasi rasial. Karena itu kita melihat adanya dua faktor tersebut dalam pribadinya, sehingga saya pikir Presiden Obama mengetahui dengan baik isu gender dan pentingnya peran kaum wanita.
- El Massar El Arabi: Jalur Gaza telah menghadapi serangan agresi kaum zionis. Bagaimana tanggapan Yang Mulia mengenai hal tersebut?
Sebagaimana halnya dengan negara lain di dunia, Indonesia telah mengutuk keras agresi brutal Israel ke Jalur Gaza,. Agresi tersebut tidak dapat diterima karena merupakan pelanggaraan terhadap kemanusiaan. Kami berkeyakinan bahwa topik utama isu Palestina masih tetap tidak berubah yaitu pendudukan Israel terhadap wilayah Palestina. Kita tidak dapat merubah isu tersebut menjadi isu lain seperti pemberian bantuan kemanusiaan, yang juga harus kita berikan. Pemerintah dan rakyat Indonesia telah mengungkapkan solidaritas kepada rakyat Palestina, mendukung perjuangan rakyat Palestina untuk mengakhiri pendudukan zionis Israel. Solidaritas yang besar telah ditunjukkan oleh rakyat Indonesia kepada rakyat Palestina. Begitu juga, Indonesia juga telah ikut serta memberikan bantuan obat-obatan dan pengiriman tim dokter ke Jalur Gaza. Indonesia juga telah membangkitkan semangat solidaritas dengan Palestina melalui anggota GNB, OKI, ikut serta dalam mensponsori resolusi DK PBB untuk mengutuk Israel dan menuntut MU PBB agar menerbitkan resolusi kutukan yang lebih keras terhadap Israel. Indonesia juga telah memberikan kontribusi dalam penerbitan resolusi oleh Dewan HAM PBB di Jenewa, guna mengutuk agresi Israel, peradilan terhadap Israel oleh Pengadilan Criminal Internacional/ICC. Dalam kaitan ini, Menko Kesra RI telah memimpin delegasi RI pada konferensi negaras donor untuk rekonstruksi Jalur Gaza yang diselenggarakan di Sharm Al Shaikh Mesir dan Indonesia telah memutuskan akan membangun rumah sakit lengkap dengan berbagai peralatan medis, obat-obatan dan mobil ambulance di Jalur Gaza.
- El Massar El Arabi: Sebagai wakil dari negara berpenduduk muslim terbesar dan anggota OKI, bagaimana Yang Mulia melihat interaksi OKI dengan berbagai pelecehan dan pelanggaran terhadap Islam dan tempat suci kaum muslimin, terutama agresi terhadap Jalur Gaza?
Indonesia berharap dapat melanjutkan upaya untuk mempromosikan solidaritas dalam rangka membela kota suci Yerusalem/El Quds. Beberapa waktu lalu Anggaran Dasar OKI telah direvisi, sehingga mencakup upaya untuk promosi solidaritas diantara negaras anggota OKI untuk penyelesaian masalah Palestina dan berbagai isu lainnya. Negaras Islam masih menghadapi keterbelakangan dan kemiskinan, maka kami mengharapkan OKI dapat mengembangkan perannya untuk mengentaskan masalah tersebut. Indonesia juga berperan dalam pembangunan negarars anggota OKI, membela minoritas muslim, mengupayakan peningkatan peran Bank Pembangunan Islam/IDB untuk mendukung pembangunan negaras Islam . Pada tanggal 1 – 2 Maret 2009, Indonesia telah menjadi tuan rumah Forum Ekonomi Islam guna membahas langkah-langkah pengembangan kerjasama di bidang ekonomi antar negaras Islam, yang dihadiri oleh para wakil pemerintah dan pelaku usaha dari berbagai negara Islam.
- El Massar El Arabi: Delegasi Perancis telah berkunjung ke kamp pengungsi Sahara Barat beberapa waktu lalu, sehubungan dengan peringatan ke 33 pendirian RSAD dan menuntut pemberian hak untuk menentukan nasib sendiri bagi rakyat Sahraoui. Bagaimana tanggapan Yang Mulia mengenai hal tersebut?
Indonesia mengikuti dengan sabar dan perhatian yang besar terhadap perundingan mengenai Sahara Barat dan sebagai anggota tidak tetap DK PBB, telah mengirim wakil dari Perutusan Tetapnya di PBB sebagai anggota delegasi DK PBB yang meninjau situasi di wilayah tersebut. Indonesia juga mendukung dialog dan perundingan antara kedua pihak di bawah naungan Sekjen PBB. Dan sebagai Ketua Komisi Dekolonisasi, Indonesia telah menyelenggarakan seminar regional di kota Bandung tahun 2008. Indonesia mendukug penyelesaian damai masalah Sahara Barat.
- El Massar El Arabi: Sejak setahun lalu Yang Mulia telah menjabat sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Aljazair. Wilayah mana yang sangat menarik bagi Yang Mulia?
Pada hakekatnya Aljazair merupakan salah satu negara terindah di kawasan tepian laut Mediterania, tetapi daerah yang saya kagumi sampai saat ini adalah Sétif.
- El Massar El Arabi: Bagaimana dengan masakan Aljazair?
Tersenyum..kemudian melanjutkan, masakan Aljazair agak mirip dengan masakan Indonesia seperti chorba frik yang saya gemari, disamping ayam gril, choua, bourek dll.
- El Massar El Arabi: bagaimana dengan Presiden Abdelaziz Bouteflika?
Saya sangat menghormati Presiden Aljazair Abdelaziz Bouteflika. Saya melihat beliau memiliki visi yang bagus mengenai masa depan Aljazair.
- El Massar El Arabi: Bagaimana Yang Mulia melihat pilpres Aljazair?
Pilpres telah mencerminkan perkembangan demokrasi di Aljazair sama seperti perkembangan demokrasi di negara saya. Saya mengikuti dengan seksama peristiwa ini. Kita sebagai negara Islam harus memperlihatkan bahwa kita bisa menerima demokrasi dan siap menjalankannya. Dengan adanya 6 calon presiden di Aljazair, telah menunjukkan adanya kompetisi secara demokratis dalam pemilu di samping mencerminkan hakikat nama negara Aljazair.
- El Massar El Arabi: Bagaimana pendapat Yang Mulia mengenai media pers Aljazair?
Saya melihat bahwa media pers Aljazair berada dalam periode transisi menuju keterbukaan yang lebih besar. Saya perhatikan bahwa sebagian besar rakyat Aljazair memiliki kultur barat dan mengharapkan adanya keterbukaan di bidang pers. Saya mengharapkan dapat melihat perkembangan media pers Aljazair tersebut. Di pihaknya, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Aljazair telah bekerjasama dengan berbagai lembaga dan media pers Aljazair, guna meliput berbagai konferensi di Indonesia.
Harian El Massar El Arabi,
Edisi 8 Maret 2009
Kembali ke halaman sebelumnya ...
|