Perkembangan dan Prospek Kerjasama Bilateral
di Bidang Kebudayaan
Keragaman dan kekayaan budaya dan tradisi merupakan salah satu daya tarik yang luar biasa bagi kegiatan promosi pariwisata Indonesia. Sementara itu KBRI mencata bahwa jumlah wisatawan Aljazair ke Indonesia belum menunjukkan peningkatan yang berarti, meskipun perhatian masyarakat Aijazair terhadap Indonesia semakin meningkat. Hal tersebut tercermin dalam angka statistik pemohon visa kunjungan wisata yang pada tahun 2008 hanya 58, tahun 2009 turun menjadi 47 dan pada tujuh bulan pertama tahun 2010 sedikit naik mencapai 51 orang. Meskipun angka ini tidak mencerminkan
angka realitasnya karena Pemri memberikan fasilitas visa pada saat kedatangan bagi warga Aljazair (Visa on ArrivalNOA) dan terdapat sejumlah besar warga Aljazair yang memiliki double nationality menggunakan paspor negara lain yang dimilikinya yang juga mendapat fasilitas visa bebas visa kunjungan singkat ke Indonesia, namun angka tersebut tetap terlalu kecil dibandingkan dengan potensi wisatawan Aljazair.
Meskipun warga Aljazair pada umumnya menyukai obyek wisata pantai, belanja dan hiburan, namun terdapat segmen pasar yang sangat potensial yang menyukai obyek wisata budaya. Mereka pada umumnya adalah warga Aljazair yang secara ekonomi berkecukupan dan mempunyai latar belakang pendidikan yang tinggi sehingga mempunyai apresiasi yang tinggi pula terhadap tradisi dan kebudayaan asing.
Dengan jumlah penduduk pada tahun 2010 diperkirakan mencapai 36 juta jiwa, Aljazair merupakan pasar potensial untuk digarap oleh industri pariwisata Indonesia. Setiap tahunnya, selama Iebih kurang 3 bulan sekitar 4 juta warga Aljazair menghabiskan liburan musim panas dengan berwisata ke luar negeri. Sebagai ilustrasi, selama ini tujuan utama liburan mereka adalah negara-negara di kawasan Eropa dan Timur Tengah serta beberapa negara di Asia, seperti Malaysia, Thailand dan Jepang.
KBRI Alger menilai dengan dibukanya jalur penerbangan Alger — Doha Jakarta dan Alger — Doha — Denpasar oleh Qatar Airways dan jalur Alger Istanbul — Jakarta oleh Turkish Airlines merupakan peluang yang sangat baikuntuk meningkatkan jumlah wisatawan Aljazair ke Indonesia.
Faktor budaya Islam yang berkembang di Indonesia menjadi keunggulan untuk menarik wisatawan muslim asal Aljazair, disamping berbagai kelebihan lainnya yang dimiliki oleh sektor pariwisata Indonesia seperti banyaknya pilihan daerah tujuan wisata, keragaman seni dan budaya serta fasilitas infrastruktur yang sangat memadai.
Dalam kesempatan kunjungan Sekjen Depbudpar RI ke Alger guna menghadiri pertemuan World Tourism Organization bulan Sepetember 2007 telah disampaikan kepada Kementerian Pariwisata Aljazair usulan kerjasama (arrangements of bilateral cooperation on the tourism sector) untuk Iebih memfokuskan kegiatan kerjasama pada program promosi bersama (joint promotion) dan pelatihan operator turisme Aljazair baik di Indonesia ataupun di Aljazair. Pasa saat kunjungan Dirjen Pemasaran Depbudpar RI ke Alger, bulan Mei 2008, usulan dimaksud telah dibahas dan kedua pihak sepakat dapat ditandatangani pada Pertemuan ke-2 Komisi Bersama IndonesiaAljazair Tingkat Menteri yang rencananya diselenggarakan di Alger pada tahun 2008. (Catatan: hingga kini Pertemuan ke-2 Komisi Bersama Indonesia-Aljazair belum terlaksana karena pihak Aljazair belum menyatakan kesiapannya).
Sebagai bagian dari upaya melakukan diversifikasi perekonomian yang selama ini masih didominasi oleh industri minyak dan gas bumi, Pemerintah Aljazair sedang mengembangkan sektor pariwisata sebagai salah satu sumber alternatif keuangan negara. Dalam lima tahun ke depan (2010-2015) direncanakan pelaksanaan proyek pembangunan 80 hotel di seluruh Aljazair yang akan memiliki kapasitas 6.178 tempat tidur dan akan menyerap tenaga kerja sebanyak 10.077 orang.
Terkait dengan hal tersebut di atas, berbagai keunggulan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki oleh Indonesia dalam pengembangan sektor pariwisata di tanah air dapat dimanfaatkan guna peningkatan kerjasama bilateral Indonesia-Aljazair. Diantaranya melakukan investasi di sektor infrastruktur pariwisata, menyalurkan tenaga kerja terampil Indonesia untuk bekerja pada industri pariwisata Aljazair dan memberikan pelatihan kepada para pelaku usaha pariwisata Aljazair dalam rangka peningkatan kapasitas kemampuan.
Dalam beberapa kesempatan pertemuan dengan Duta Besar RI Alger, Menteri Pariwisata Aljazair sering mengungkapkan kekagumannya terhadap perkembangan Iingkungan hidup dan pariwisata di Indonesia, khususnya upaya Pemerintah Indonesia dalam melestarikan Iingkungan hidup yang sejalan secara paralel dengan pembangunan kepariwisataan.
Di bidang pariwisata, Pemerintah Aljazair selama beberapa dekade tidak memperhatikan pembangunan pariwisatanya karena terkendala oleh masalah keamanan. Namun belakangan ini dengan kemajuan yang sangat pesat di bidang keamanan, Presiden Abdelaziz Bouteflika telah mengeluarkan kebijakan yang mendorong pembangunan sektor pariwisata. Pada periode 2010-2014 Pemerintah Aljazair telah mengeluarkan izin investasi pembangunan 47 hotel kepada Accor Group. Pariwisata diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif untuk diversifikasi perekonomian Aljazair yang selama ini hanya bersandar pada industri migas.
k. Di bidang kebudayaan, kegiatan promosi kebudayaan dan seni Indonesia di Aljazair antara lain ditandai dengan beberapa kegiatan yaitu:
Tahun 2008
Tanggal 22-28 Juni 2008, KBRI Alger bekerjasama dengan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata RI menggelar kegiatan workshop tari tradisional dan musik angklung serta Soiree Indonesienne (Malam Budaya Indonesia) di Alger dan Constantine.
Tahun 2009
1. Familiarization Trip (FAM Trip). Bekerjasama dengan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata RI dan perusahaan penerbangan Qatar Airways, KBRI Alger telah menyelenggarakan Farn Trip bagi para operator perjalanan dan wisata Aljazair. Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 8-15 Maret 2009 ini diikuti oleh 9 orang operator yang berkesempatan mengunjungi Jakarta, Solo, Yogyakarta, Lombok dan Bali.
2. Restorasi Barong Bali koleksi Palais de Ia Culture "Moufdi Zakaria", Alger. Setelah melakukan pekerjaan restorasi yang memakan waktu selama 2 minggu, akhirnya dua orang seniman asal Bali berhasil memperbaiki Barong Bali milik Palais de Ia Culture "Moufdi Zakaria", Alger yang sebelumnya berada dalam kondisi rusak karena dimakan usia sejak diterima oleh pihak Aljazair tahun 1988. Pada tanggal 4 November 2009, Pemerintah Indonesia melalui KBRI Alger telah menyerahkan kembali barong tersebut kepada Pemerintah Aljazair
Tahun 2010
1. Terkait dengan keikutsertaan Indonesia pada Pameran Internasional Kerajinan Tradisional dan Seni Aljazair ke-15, tanggal 18-25 Maret 2010, KBRI Alger telah menyelenggarakan pameran batik dan pelatihan singkat teknik membuat batik tradisional Indonesia. Pameran dan pelatihan tersebut dilaksanakan dalam kerangka peningkatan kerjasama IndonesiaAljazair melalui upaya peningkatan kapasitas para pengrajin tradisional Aljazair.
2. Penyelenggaraan pameran foto bertema "Indonesia: 65 Tahun Membangun Republik" yang menampilkan beragam foto mengenai kemajuan pembangunan dan kekayaan seni dan budaya serta objek wisata Indonesia, hasil karya para fotografer Indonesia : Dahlan Rebo Pahing, Syafri Munardi dan Mehdi Moeqrie serta koleksi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi DKI Jakarta. Pameran yang diselenggarakan tanggal 18-25 September 2010 bertempat di Museum Bastion 23, Alger tersebut telah menarik perhatian warga Alger dari berbagai kalangan serta mendapatkan liputan luas dari media massa Aljazair, balk cetak maupun elektronik.
3. Guna makin memperkenalkan potensi pariwisata Indonesia kepada warga Aljazair, KBRI Alger pada tanggal 20 September 2010 telah mengadakan acara Business Lunch dengan mengundang sebanyak 75 operator pariwisata dan agen perjalanan Aljazair, yang menghadirkan sebagai pembicara Ibu Yudarwita Dahlan, seorang travel writer, dan Pelaksana Fungsi Pensosbud KBRI Alger. Sejak beberapa tahun terakhir, Indonesia semakin banyak ditawarkan kepada masyarakat Aljazair sebagai tujuan wisata yang menawarkan banyak pilihan objek maupun jenis wisata dengan biaya yang kompetitif.
4. Tradisi rias dan busana pengantin tradisional yang sangat beragam sesuai dengan masing-masing suku yang tersebar di ribuan pulau di Indonesia telah diangkat oleh KBRI Alger sebagai tema promosi kebudayaan Indonesia, melalui pelaksanaan kegiatan Short Workshop Rias dan Busana Pengantin Tradisional Indonesia pada tanggal 23 September 2010 di Wisma Duta Indonesia serta penyelenggaraan peragaan busana pengantin tradisional dari 8 provinsi di Indonesia yang dilaksanakan pada saat acara Resepsi Diplomatik Perayaan HUT RI ke-65 di Hotel Hilton Alger, tanggal 27 September 2010
Perkembangan dan Prospek Kerjasama Bilateral di Bidang Penerangan
Hubungan balk antara Indonesia dan Aljazair di bidang penerangan antara lain ditandai dengan ditandatanganinya Memorandum of Understanding di bidang Kerjasama Informasi antara Indonesia dan Aljazair oleh Menteri Luar Negeri Aljazair, Mohamed Salah Demeri dan Menteri Luar Negeri Indonesia, Ali Alatas, pada tanggal 28 April 1995 di Jakarta dan Persetujuan Kerjasama antara Kantor Berita Nasional Aljazair "Algeria Press Service/APS" dengan Kantor Berita Nasional Indonesia "ANTARA" di tahun 2003 dalam kerangka Sidang Komisi Bersama Aijazair-RI Tingkat Menteri Pertama di Jakarta.
Perkembangan pesat media cetak swasta/independen di Aljazair dalam beberapa tahun terakhir — hingga tahun 20009 terdapat sekitar 45 media cetak independen — serta kemajuan teknologi komunikasi dan informasi yang membuat jarak dan perbedaan waktu seakan semakin tidak berarti membuka peluang bagi kalangan media massa Indonesia dan Aljazair untuk melakukan pertukaran informasi secara Iangsung dengan para aktor media massa independen dalam rangka memperoleh informasi yang lebih beragam, obyektif dan berimbang.
Sejak tahun 2008 KBRI Alger telah menyelenggarakan program Journalisi Visit dengan mengundang kalangan jurnalis cetak maupun elektronik balk dari Indonesia maupun Aljazair untuk berkunjung melakukan liputan ke kedua negara bersahabat tersebut. Program Journalist Visit ini dilaksanakan guna memberikan kesempatan kepada para jurnalis Indonesia-Aljazair untuk dapat mengetahui secara Iangsung potensi dan perkembangan pembangunan terkini di kedua negara.
Para peserta program Journalist Visit KBRI Alger tahun 2008-2010 adalah:
Tahun 2008
1. Samira Belamri, harian Echchouruk El Youmi, Alger, melakukan liputan di Indonesia dalam rangka penyelenggaraan Konferensi Tingkat Menteri NAASP — Bantuan Peningkatan Kapasitas bagi Palestina, tahun 2008.
2. Salah Benreguia, harian La Tribune, Alger. Ikut serta dalam delegasi KBRI Alger dan pengusaha Aljazair menghadiri Trade Expo Indonesia, bulan Oktober 2008 di Jakarta.
Tahun 2009
1. Fadila Abba, harian El Moudjahid, Alger. Ikut serta dalam delegasi Menteri Pekerjaan Umum Aljazair saat melakukan kunjungan kerja ke Indonesia, tanggal 12-16 Januari 2009.
2. Outoudert Abrous, harian Libert~, Alger. Ikut serta dalam delegasi KBRI Alger dan pengusaha Aljazair menghadiri Middle-East Update on Trade, Industry and Tourism 2009 di Batam, yang diselenggarakan oleh Direktorat Timur Tengah Kementerian Luar Negeri RI pada tanggal 6-14 Maret 2009.
3. Tim Liputan Program "Jendela Dunia" TVRI, beranggotakan 3 orang kru yaitu Ahmad Zakaria, Bambang Wengku dan Firdaus. Tim "Jendela Dunia" TVRI ini melakukan liputan di Aljazair bersamaan waktunya dengan pelaksanaan kunjungan kerja Delegasi Ketua MPR ke Aljazair dan penyelenggaraan Pameran Internasional Alger ke-42 yang diikuti oleh 9 perusahaan asal Indonesia, tanggal 26 Mei — 5 Juni 2009.
4. Tim Liputan televisi Canal Algerie yang terdiri atas Maya Amrani (reporter) dan Sid Ahmed Troum (cameraman) berkesempatan melakukan peliputan suasana bulan Ramadhan dan Hari Raya !dui Fitri di sejumlah kota di Indonesia, yaitu Jakarta, Bandung dan Denpasar, pada tanggal 14-24 September 2009.
5. Réda Chennouf, harian El Khabar, Alger. Ikut serta dalam delegasi KBRI Alger dan pengusaha Aljazair menghadiri kegiatan Trade Expo Indonesia 2009 di Jakarta, serta berkesempatan pula mengunjungi Bandung, Yogyakarta dan Bali pada tanggal 25 Oktober — 9 November 2009.
Tahun 2010
1. Tiga jurnalis Indonesia yakni Rofikoh Rokhim dan Chamdan Purwoko dari Harian Bisnis Indonesia serta Irian Junaidi dari Harian Republika mengawali pelaksanaan program Journalist Visit KBRI Alger tahun 2010 di Aljazair, pada tanggal 19-27 Januari 2010. Selama berada di Aljazair, ketiga jurnalis Indonesia tersebut melakukan peliputan di Alger, Setif, Tadjenanet dan Tlemcen. Di samping itu, Rofikoh Rokhim yang juga merupakan dosen ekonomi di Universitas Indonesia berkesempatan menjadi pembicara dalam seminar dan diskusi bertema Pengalaman Indonesia dalam Menghadapi Krisis Keuangan Global Tahun 2008. Seminar diselenggarakan oleh KBRI Alger bekerjasama dengan Fakultas Ekonomi Universitas Dely Brahim, Alger, sedangkan diskusi dilaksanakan bersama pengusaha Aljazair yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri Alger (Chambre AlgOrienne du Commerce et de l'Industrie/CACI) dan Forum Pimpinan Perusahaan, Alger (Forum des Chefs d'Entreprises/FCE).
2. Jurnalis freelance Aljazair yang juga merupakan koresponden BBC di Aljazair, Said Chitour, melakukan peliputan mengenai potensi pariwisata Bali, pada bulan Juli 2010.
3. Ikut bergabung bersama delegasi pengusaha Aljazair yang ikut serta pada kegiatan Indonesia-Middle East Update ke-4 di Palembang, tanggal 10-12 Oktober 2010 dan Trade Expo Indonesia ke-25 di Jakarta tanggal 13-17 Oktober 2010, dua orang jurnalis Aljazair yaitu Mohamed Nadjib Boukerdous, Pemimpin Redaksi Harian Ech Chaab dan Faiza Mostefa, reporter televisi Canal A.3-ENTV Aljazair.
Pandangan Pers Aljazair terhadap Indonesia.
Para jurnalis Aljazair yang berkesempatan mengikuti program Journalist visit KBRI Alger menyatakan puas dan terkesan karena dapat melihat sendiri secara langsung perkembangan pembangunan terkini di Indonesia maupun aktivitas keseharian masyarakat di sejumlah wilayah di Indonesia. Mereka sangat mengagumi kemajuan pembangunan ekonomi maupun pelaksanaan demokrasi di Indonesia yang selaras dengan kehidupan beragama masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam. Keterlibatan pers Indonesia dalam mengawasi jalannya pelaksanaan pemerintahan Indonesia yang transparan dan akuntabel juga merupakan salah satu hal yang dianggap oleh pers Aljazair Iayak untuk dijadikan contoh dalam rangka praktek kebebasan pers di negara mereka.
Alger, 12 Oktober 2010 |