KUNJUNGAN KOMISI I DPR RI KE ALJAZAIR LEBIH MEMPERERAT KEDEKATAN HUBUNGAN PERSAUDARAAN INDONESIA – ALJAZAIR
Pada hari ini, Rabu tanggal 23 April 2008 jam 15.00 waktu Alger, Aljazair, Delegasi Komisi I DPR RI yang diketuai oleh Mayjen (Purn Pol) Sidarto Danusubroto (F-PDIP), Wakil Ketua Komisi I telah mengakhiri serangkaian acara kunjungan kerja ke Republik Demokratik Rakyat Aljazair yang telah berlangsung sejak tanggal 20 April 2008.
Rangkaian kunjungan kerja di Alger tersebut diikuti pula oleh Wakil Ketua Komisi I Arief Mudatsir Mandan (F-PPP) dan para anggota lainnya yang terdiri dari Hajriyanto Y. Thohari (F-Golkar), Andreas Hugo Pareira (F-PDIP), Junaedi (F-PAN), Almuzzamil Yusuf (F-PKS), dan Bachrum R. Siregar (F-PBR).
Pada hari pertama kunjungan, Delegasi Komisi I telah bertemu dengan sejumlah professional Indonesia yang bekerja di beberapa proyek pembangunan infrastruktur di Aljazair, seperti dari PT Wijaya Karya dan PT Tepat Guna Nusantara. Dalam kesempatan tersebut, Delegasi Komisi I telah mengadakan dialog dan mendapatkan berbagai informasi mengenai besarnya peluang yang tersedia di Aljazair bagi peningkatan partisipasi BUMN dan swasta Indonesia dalam pembangunan di Aljazair.
Pada hari kedua kunjungan, Delegasi Komisi I telah diterima oleh Abdelaziz Ziari, Ketua Parlemen Aljazair dan menghadiri acara peresmian (launcing) pembentukan Persahabatan Parlemen Indonesia – Aljazair yang dihadiri oleh Mohamed Djemiai, Wakil Ketua Parlemen dan Ahmed Maouche, Ketua Komite Persahabatan untuk Indonesia, Parlemen Aljazair serta para anggotanya yang terdiri dari berbagai fraksi di Parlemen Aljazair.
Pada hari kedua tersebut, Delegasi Komisi I juga mengadakan diskusi dengan mitranya, yaitu Komisi Hublu, Kerjasama dan Imigrasi Parlemen Aljazair dipimpin oleh Abdelhamid Si Afif, Ketua Komisi dan dengan mitranya yang lain yaitu Komisi Pertahanan Nasional Parlemen yang dipimpin oleh Mustapha Abeb, Ketua Komisi.
Sesuai dengan sistem Legislatif Aljazair yang menganut dua kamar yaitu Parlemen dan Senat, maka pada hari ketiga Delegasi Komisi I telah mengadakan pertemuan dengan anggota Senat Aljazair, yaitu Komisi Hublu, Kerjasama dan Masyarakat Aljazair di Luar Negeri, dipimpin oleh Boudjerma Souileh, Ketua Komisi dan dengan Komisi Pertahanan Nasional, dipimpin oleh Mustapha Cheloufi, Ketua Komisi.
Sementara itu dengan kalangan pemerintah, Delegasi Komisi I telah mengadakan pertemuan dengan Abderrachid Boukerzaza, Menteri Komunikasi Aljazair; Sofiane Memouni, Dirjen Asia-Oceania Kemlu Aljazair dan Abdelmalek Guenaizia, Menteri Muda Pertahanan.
Dalam rangkaian pertemuan dengan mitranya dan kalangan pemerintah tersebut, Delegasi Komisi I mendapatkan sambutan yang hangat dan sangat bersahabat. Kedua pihak membahas berbagai masalah yang menajdi perhatian kedua pihak, antara lain upaya-upaya untuk meningkatkan hubungan bilateral, peran penting Parlemen dalam memperkuat demokrasi, kerjasama kontra terorisme dan perkembangan masalah Timur Tengah.
Kedua pihak sepakat bahwa sejarah panjang hubungan persahabatan kedua Negara yang diawali bahkan jauh sebelum Aljazair merdeka, yaitu ketika Indonesia mendukung perjuangan kemerdekaan Aljazair dan dideklarasikan di KAA Bandung 1955, merupakan landasan yang kuat untuk membangun hubungan persababatan dan kerjasama dimasa mendatang. Oleh karena itu,
kedua pihak selanjutnya sepakat untuk mengisi hubungan persaudaraan ini dengan kegiatan-kegiatan yang lebih konkrit di berbagai bidang, khususnya ekonomi, investasi, perdagangan, turisme, pendidikan dan kebudayaan. Selain itu kedua pihak juga sepakat untuk memperluas bidang-bidang kerjasama yang potensial dan saling menguntungkan. Dalam kaitan ini Delegasi Komisi I menawarkan kemungkinan kerjasama teknik, pelatihan militer dan peninjauan industri-industri strategis di bidang pertahanan dari kedua belah pihak. Mereka menilai penting hubungan antar masyarakat yang pemahaman mereka mengenai masing-masing pihak masih terbatas. Oleh karena itu dipertimbangkan bidang-bidang yang dinilai dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan pemahaman diantara masyarakat kedua Negara antara lain kegiatan saling kunjung kalangan Parlemen, saling tukar informasi dan film kebudayaan, misi kesenian dan tim olah raga serta mendorong kegiatan turisme.
Kedua pihak juga menyatakan bahwa pembentukan Persahabatan Parlemen Indonesia – Aljazair merupakan wahana yang sudah lama dinanti-nantikan oleh kedua pihak dan diharapkan akan dapat menjadi sarana untuk mewujudkan harapan dan cita-cita kedua bangsa dan negara, yaitu peningkatan persaudaraan yang telah lama terjalin dengan berbagai kegiatan konkrit bagi keuntungan bersama.
Acara kunjungan kerja diakhiri dengan penandatanganan Record of Discussions oleh Sidarto Danusubroto dan Abdelhamid Si Afif, bertempat di Parlemen Aljazair dan disaksikan oleh seluruh anggota Delegasi Komisi I, Dubes RI di Aljazair Yuli Mumpuni Widarso dan staf KBRI Aljazair serta Ketua dan anggota Komite Persahabatan untuk Indonesia, Parlemen Aljazair.
Dalam kaitan ini, kedua pihak sepakat bahwa pembentukan Persahabatan tersebut akan secara resmi dituangkan dalam Memorandum Saling Kesepahaman tentang Peningkatan Kerjasama Antar-Parlemen Indonesia dan Aljazair oleh Ketua Parlemen Aljazair dan Ketua DPR RI. Memorandum diharapkan dapat ditandatangani dalam waktu dekat yang tempat dan waktunya akan ditentukan kemudian.
Alger, 23 April 2008
|