Aljazair Minati Wisata Belanja dan Bisnis Mebel di Solo
Selasa, 10 Maret 2009 | 18:40 WIB
SOLO, KOMPAS.com — Pelaku wisata dari Aljazair yang berkunjung ke Kota Solo tertarik dengan potensi wisata belanja dan bisnis mebel di Solo. Menurut mereka, dua hal ini berpeluang menarik kedatangan turis dan pebisnis dari Aljazair ke Solo.
Ada sembilan biro perjalanan paling besar di Aljazair yang tiba atas kerja sama Kedutaan Besar Republik Indonesia di Aljazair dan Qatar Airways. Rombongan yang didampingi staf Kedutaan Besar RI di Aljazair Zainal Arifin Mustapha diterima langsung oleh Wali Kota Solo Joko Widodo di rumah dinas Loji Gandrung.
Wakil biro perjalanan, Kara Nasreddine, mengungkapkan, orang Aljazair gemar berpelesir ke luar negeri di musim liburan. Selama ini, tujuan utama liburan mereka adalah negara-negara di Eropa dan beberapa negara di Asia, seperti Malaysia, Thailand, dan Jepang. Orang Aljazair gemar berlibur ke pantai dan tempat peristirahatan serta wisata belanja.
"Kami belum tahu tentang Indonesia. Tujuan kedatangan kami untuk mengenal Indonesia termasuk Solo dan menjalin kerja sama promosi wisata kedua pihak. Setelah tiba di sini, kami juga melihat potensi bisnis di sini bagus. Orang Aljazair senang berbisnis di bidang mebel, kayu, tekstil, dan kopi," kata Nasreddine, Selasa (10/3).
Zainal Mustapha dari KBRI menambahkan, orang Aljazair gemar berlibur ke luar negeri. Sedikitnya mereka berlibur dua minggu karena liburan panjang di sana sampai tiga bulan. Namun, selama ini, Indonesia belum menjadi negara tujuan.
Setiap tahunnya, ada satu juta orang Aljazair yang berlibur ke Tunisia, negara tetangga mereka. "Ini jumlah yang besar karena penduduk mereka 35 juta orang dan turis Aljazair ini tipe turis yang punya uang banyak untuk dibelanjakan," kata Zainal.
Tingkat kunjungan turis Aljazair ke Indonesia selama ini masih sangat kecil karena ketidaktahuan mengenai wisata di Indonesia. Untuk itu, kata Wali Kota Solo Joko Widodo, pekerjaan rumah semua pihak untuk mempromosikan potensi wisata dan produk dalam kemasan yang menarik.
"Ini PR kami untuk mempromosikan pariwisata dan produk kami dalam kemasan yang menarik. Dengan dukungan bandara baru yang bagus, kami yakin mereka akan tertarik pergi ke sini, menginap, dan berbelanja. Selama ini, mereka belum ke sini hanya karena tidak tahu ada apa di Indonesia, ada apa di Solo," kata Jokowi.
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jateng Budiyanto mengatakan, Solo kuat dengan potensi budayanya. Pelaku wisata di Solo Suseno Hadiparwono mengatakan, pihaknya telah menyiapkan paket-paket wisata yang dirasa menarik turis dari Aljazair.
Selain ke Solo, rombongan juga berkunjung ke Losari Coffee Plantation di Magelang, Yogyakarta, Bali, dan Lombok. "Kunjungan ini untuk mengenalkan daerah-daerah di Indonesia serta bagian dari promosi hubungan bilateral," kata Zainal. (Sumber : Harian Kompas Online)
Kembali ke halaman sebelumnya ...
|