
Partisipasi Indonesia Pada Pertemuan Tingkat Menteri Ke-7
Para Menteri Kebudayaan Negara-Negara Anggota OKI
Di Alger, 18 – 19 Desember 2011
Pertemuan Tingkat Menteri ke-7 para Menteri Kebudayaan Negara-negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) (7th Islamic Conference of Culture Ministers-OIC), telah diselenggarakan di Alger, Aljazair, tanggal 18 – 19 Desember 2011. Pertemuan kali ini dihadiri oleh 41 perwakilan dari 57 negara anggota OKI dengan mengangkat tema “Toward Consolidating the Outcome of the International Year for the Rapprochement of Cultures and Enhancing the Youth’s Role in Building a Culture of Peace and Dialogue.”
Pada pertemuan yang digelar oleh ISESCO (Islamic Educational, Scientific and Cultural Organization) tersebut, delegasi Indonesia dipimpin oleh Staf Ahli Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Kerjasama Internasional, Prof. Dr. Kacung Marijan dengan anggota pejabat dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Agama, Atase Pendidikan KBRI Kairo dan pejabat KBRI Alger.
Disamping membahas mengenai kemajuan pelaksanaan program ISESCO yang telah ditetapkan dalam pertemuan ke-6 di Baku, Azerbaijan tahun 2009, diadakan pula Ministerial Roundtable bertema “the Cultural Roles of the Civil Society in the Promotion of Dialogue and Peace” yang menggarisbawahi peran penting civil society dalam mempromosikan dan merefleksikan nilai-nilai keIslaman yang perlu didukung oleh Pemerintah dan media dimana civil society tersebut berada guna memberikan pemahaman yang benar tentang Islam serta menghilangkan fenomena islamophobia di berbagai penjuru dunia.
Menanggapi hal dimaksud, Ketua Delri menyampaikan antara lain bahwa dialog dan kerjasama dengan civil society sebagai mitra pembangunan merupakan keniscayaan bagi setiap negara dan juga dalam konteks global governance. Sehubungan dengan hal tersebut maka sangat penting mengembalikan citra Islam yang sesungguhnya sebagai rahmat bagi seluruh umat manusia, dengan memperkokoh hubungan dunia Islam dengan seluruh komunitas lainnya di dunia guna menghindari kesalahpahaman terhadap Islam.
Indonesia melalui mekanisme interfaith dialogue telah mempromosikan toleransi melalui upaya dialog antar-keyakinan, baik di tingkat nasional, bilateral maupun multilateral, dimana sebagai sebuah negara demokrasi Indonesia telah membuktikan bahwa Islam, demokrasi dan modernitas dapat tumbuh secara beriringan serta menekankan perlunya penguatan people-to-people links sebagai salah satu langkah konkrit untuk mendorong tumbuhnya saling pengertian dan toleransi, khususnya di kalangan generasi muda yang berasal dari berbagai latar belakang budaya dan keyakinan berbeda.
Pertemuan ditutup dengan adopsi sebuah program kerja strategis ISESCO untuk 2 (dua) tahun mendatang yang hasilnya akan dilaporkan pada pertemuan ke-8 yang akan diselenggarakan di Madinah, Arab Saudi, pada akhir tahun 2013.
Alger, 21 Desember 2011
|