y y   y
eTentang KBRIteTentang AljazairteHubungan BilateralteLinks Lain


BERITA EKONOMI

| 08 Maret 2010 |
Daftar Pameran di Aljazair tahun 2010 ... selengkapnya (pdf format)

2009

| 20 Nopember 2009 |
Meraih Peluang Bisnis Infrastruktur di Aljazair (Presentasi)*
*oleh Yuli Mumpuni Widarso
Presentasi disampaikan pada tanggal 29 Oktober 2009 di Hotel Borobudur, Jakarta
....selengkapnya (powerpoint format)

| 09 Nopember 2009 |
PROSPEK EKSPOR NON-MIGAS INDONESIA KE ALJAZAIR*
* oleh Yuli Mumpuni Widarso,
Makalah disampaikan dalam rangka TEI 2009 di Jakarta tgl.
28 sd 30 Oktober 2009
........selengkapnya (ms word format)

| 2 Agustus 2009 |
10 Negara Pemasok Utama ke Aljazair untuk Semester I Tahun 2009
.....selengkapnya

| 17 Juli 2009 |
Impor Aljazair dari Negara-negara Dunia per Produk dan Posisi Indonesia tahun 2008
...selengkapnya

| 15 Mei 2009 |
Jadwal Pameran di Aljazair Tahun 2009

.....selengkapnya

| 11 Maret 2009 |
Potensi Pasar Aljazair dan Peluangnya bagi Produk Ekspor Indonesia*
* Oleh Yuli M. Widarso, Dubes RI Alger dalam rangka Diskusi "Middle East Update" di Batam tgl. 11 Maret 2009
....selengkapnya (pdf format)

| 11 Maret 2009 |
Daftar Perusahaan Importir Aljazair ....selengkapnya

| 14 Pebruari 2009 |
Daftar Komoditi Impor Aljazair dari Indonesia
...selengkapnya

| 10 Januari 2009 |
Target Ekspor Indonesia ke Aljazair tahun 2009-2010*
*Oleh Yuli Mumpuni Widarso, Dubes RI Alger dalam rangka Rakor Perdagangan & Fungsi Ekonomi di Beijing, 5-6 Desember 2008

...selengkapnya (pdf format)

| 8 Januari 2009 |
Peluang Produk UKM Indonesia di Pasar Aljazair*
*Presentasi oleh Dubes RI, Yuli Mumpuni Widarso dalam rangka PPE 2008
...selengkapnya (pdf)

Kembali ke halaman utama

Perkembangan Hubungan Bilateral
Republik Indonesia & Republik Demokrasi Rakyat Aljazair

Bidang Perdagangan

I. UMUM

A. Perkembangan Situasi Politik dan Keamanan:

Selama 10 tahun terakhir situasi politik dan keamanan dalam negeri Aljazair terus membaik meskipun masih terdapat beberapa aksi terorisme yang dilakukan oleh kelompok militan yang tidak puas terhadap Pemerintah. Proses demokratisasi berlangsung di bawah Presiden Bouteflika (1999-2004 & 2004-2009) dan dewasa ini Aljazair sedang bersiap-siap untuk Pemilu tahun 2009. Stabilitas politik dan keamanan yang berhasil dicapai oleh Presiden Bouteflika selama dua kali masa jabatannya telah memberikan kontribusi dan landasan yang kuat bagi perkembangan perekonomian Aljazair.

B. Hubungan Bilateral Indonesia – Aljazair:

Hubungan diplomatik RI – Aljazair dibuka pada tahun 1963 dimana Indonesia termasuk negara pertama yang mengakui kemerdekaan Aljazair (1962). Sikap masyarakat Aljazair terhadap Indonesia sangat positif. Pada awalnya dilatarbelakangi oleh dukungan bangsa Indonesia terhadap perjuangan kemerdekaan Aljazair (1955-1962), tetapi dewasa ini perasaan kedekatan hubungan antara masyarakat Aljazair dan Indonesia lebih banyak karena faktor agama. Menurut pengamatan KBRI Alger, masyarakat Aljazair sangat terkesan dengan masyarakat (jemaah haji) Indonesia ketika mereka bertemu dan bersama-sama menunaikan ibadah haji di Mekkah. Faktor ini kiranya yang paling relevan untuk “entry point” memperkenalkan berbagai produk ekspor Indonesia ke pasar Aljazair.

C. Perkembangan Ekonomi:

Perekonomian Aljazair berkembang dengan cepat, terlihat pada tingkat pertumbuhan ekonominya yang mencapai 7% (2005) meskipun peningkatan tersebut didongkrak oleh peningkatan harga minyak dan gas yang memang merupakan penyumbang terbesar (98,8%) pada pendapatan nasional Aljazair. Pada tahun 2008 pertumbuhan ekonominya kembali stabil pada kisaran 5,5% seperti sebelum melonjaknya harga minyak.

Fokus program pembangunan Aljazair adalah pada pembangunan perumahan (residential buildings), mendorong investasi di bidang non-hydrocarbon, dan melanjutkan deregulasi pasar. Hydrocarbon masih merupakan pusat dari pengembangan perekonomian  Aljazair.

D. Risiko Ekonomi:

Tingkat risiko ekonomi Aljazair menurut Bank Dunia pada tahun 2007 telah membaik, yaitu  dari tinggi ke medium. Tingginya risiko ekonomi Aljazair tersebut sebagian besar disebabkan oleh tingginya pengangguran dan kondisi perekonomiannya yang masih bergantung pada sektor hydrocarbon (undiversified economy).

E. Investasi dan  Tabungan Pemerintah:

Aljazair mempunyai komitmen yang tinggi terhadap reformasi struktural di bidang keuangan dan hukum agar lebih menarik bagi investasi asing.

Pemerintah Aljazair juga mendorong pembangunan infrastruktur, pekerjaan umum, dan perumahan. Dalam hal pembangunan sektor pekerjaan umum, perusahaan Indonesia telah berpartisipasi dengan kehadiran PT Wijaya Karya (PT. WIKA) sebagai sub kontraktor pembangunan jalan raya ”East-West Motorway Project”. Untuk mendukung kegiatannya tersebut, PT. WIKA juga telah mendirikan sebuah pabrik beton di kota Tadjenanet. 

F. Struktur Industri:

Kegiatan industri  menyumbang 60% dari GDP Aljazair. Produk manufaktur dan bahan makanan merupakan barang impor utama Aljazair yang digunakan sebagai bahan dasar untuk kegiatan industri pengolahan bahan makanan. 

Untuk industri manufaktur, share Indonesia adalah ekspor kayu dan plywood, sedangkan untuk industri bahan makanan share Indonesia adalah ekspor kopi dan minyak nabati (CPO).

G. Foreign Direct Investment (FDI):

Aljazair merupakan salah satu dari lima negara yang paling banyak menyerap FDI di Afrika. Sebagian besar FDI ditanamkan pada sektor industri berat, jasa (business & financial), peralatan transportasi,  teknologi informasi dan komunikasi. Perancis merupakan negara investor terbesar di Aljazair (40%), disusul oleh Amerika Serikat (22%) dan Jerman (20%) serta lain-lain negara (18%).  

II. Profil Perdagangan Aljazair

A. Informasi Dasar:

1.
Jumlah Penduduk
:
36 Juta (2009)
2
Pertumbuhan Ekonomi 
:
5,5% 
3
Cadangan Devisa
:
US$ 144 miliar (2009)
4
GDP
:
US$  235.5 miliar (2009)
5
Pertumbuhan GDP
:
5.5%
6
GDP per capita
:
US$  7,200 (2009)
7
Tingkat Inflasi 
:
1,9%
8
Komoditi Ekspor
:
Minyak bumi & gas (97.88% ekspor  Aljazair), phosfat, minyak zaitun
9
Negara-negara tujuan ekspor
:
USA (22,6%), Italia (17,24%), Perancis (11,4%), Spanyol (10,1%), Kanada (7,5%), Brazil (6,1%), Belgia (4,6%)

B. Potensi Pasar Aljazair:

1.
Kota besar pusat perekonomian
:
Oran (Aljazair Barat), Annaba, Setif,  Constantine dan Bejaia (Aljazair Timur)
2.
Nilai Impor
:
US$ 27.631 miliar (2007)
3.
Komoditi Impor
:
Makanan kaleng, produk pertanian (terigu, beras, kopi, teh, kakao, buah-buahan), obat- obatan generik, minyak & lemak nabati, peralatan industri, otomotif & spareparts, elektronik, tekstil & garment, kertas & ATK, mebel, household, material bangunan, kayu & produk kayu, sepatu & alas kaki, kosmetik, aksesoris, dairy products
4.
Negara-negara sumber impor
:
Perancis (30,3%), Italia (8,2%), Jerman (6,5%), Spanyol (5,5%), USA(5,2%), China (5,1%), Turki (4,3%)


C. Struktur Tarif di Aljazair:

Aljazair menerapkan Struktur Tarif Bea Cukai dengan menerapkan Harmonized System (Le System Harmonisé) dengan tarif yang berlaku dalam perdagangan internasional. Harmonized System tersebut menyelerasaknan commodity description and coding system serta besarnya bea masuk yang didasarkan pada bea nilai atau yang disebut dengan ad valorem duties.

Struktur tarif di Aljazair sama atau tidak jauh berbeda dengan struktur tarif yang berlaku di Organisasi Perdagangan Internasional (WTO) meskipun Aljazair belum masuk menjadi anggota WTO. Oleh karena itu struktur tarif di Aljazair masih belum memenuhi (tunduk) kepada WTO rules & regulations sehingga terdapat beberapa perbedaan atau penambahan walaupun  tidak mendasar dan tidak merubah strustur tarif secara umum. Perbedaan tersebut antara lain terletak pada kode "droit de douane" (dd)/HS dimana angka kodenya ditambah dengan dua digit untuk memberikan kekhususan (kategori) barang dalam penarikan pajak dan untuk memberikan autoritas menerapkan duty bagi beberapa barang.

Struktur tarif dimaksud adalah sebagai berikut:

1.
Barang Konsumsi Luas
:
0%, seperti a.l. susu dan obat-obatan
2.
Barang Konsumsi Lainnya
:
3%-5% seperti a.l. gandum dan buah-buahan
3.
Barang Setengah Jadi 
:
15%, seperti a.l. furniture 1/2 jadi, perakitan kendaraan bermotor yang finishing- nya dilakukan di Aljazair
4.
Barang Modal/investasi
:
3%-5%, seperti a.l. mesin-mesin dan atau perangkat pabrik/industri yang diimpor untuk investasi.
5.
Barang Jadi 
:
30%, seperti a.l.  garments, sepatu & alas kaki, dsb

Disamping tarif duty tersebut di atas, barang-barang komoditi juga dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (VAT) yang besarannya tergantung dari kelompok atau kategori barang tersebut, yaitu:

1.
Barang Konsumsi Luas
:
VAT  0%
2.
Barang-barang tertentu
:
VAT 7%, daftar barang sudah ditentukan dalam buku Duane Aljazair
3.
Barang-barang lainya
:
VAT 17%

D. Perjanjian dagang yang penting dengan Eropa 

1.
The Euro - Mediterranean Partnership Agreement (1995), untuk membentuk Euro – Mediterranean Free Trade Area pada tahun 2010
2.
The EU – Algeria Association Agreement (2005)
3.
Aljazair anggota Uni Untuk Mediterania (Union pour la Mediterranean) yang dibentuk di Paris tanggal 13 Juli 2008



III. Perdagangan RI – Aljazair

A. Posisi Indonesia dalam Perdagangan Aljazair:

1. Ekspor Aljazair ke Indonesia masih didominasi oleh minyak bumi, sekitar 300 barrel per hari. Dari total ekspor Aljazair, jumlah yang ke Indonesia hanya 0,30% sehingga Indonesia menempati urutan ke-24 untuk tujuan ekspor Aljazair. Komoditi ekspor lainnya ke Indonesia  adalah minyak zaitun dan wine.

2. Impor Aljazair dari Indonesia 0,61% dari total impor Aljazair sehingga Indonesia menempati urutan ke-27 untuk negara sumber barang impornya.

B. Neraca Perdagangan:

Neraca perdagangan total termasuk migas sejak tahun 2002 surplus untuk Aljazair karena Indonesia mengimpor minyak dari Aljazair.  Tetapi non-migas surplus untuk Indonesia.

Periode 2006
Ekspor ke Indonesia
:
US$  201,547,000
Impor dari Indonesia
:
US$  155,022,000
Jumlah
:
US$ 356,569,000 
Periode 2007
Ekspor ke Indonesia
:
US$ 180,357,982
Impor dari Indonesia
:
US$ 169.925.653
Jumlah
:
US$ 350,283,635
 
Periode 2008
Ekspor ke Indonesia
:
US$ 201,975
Impor dari Indonesia
:
US$ 378,271,092
Jumlah
:
US$ 378,473,067

Periode 2009
Ekspor ke Indonesia
:
US$ 164,748,000
Impor dari Indonesia
:
US$ 234,715,000
Jumlah
:
US$ 399,463,000

Sumber : Departemen Perdagangan RI


Statistik Neraca Perdagangan Aljazair - Indonesia
Periode Semester Pertama Tahun 2008 / 2009*

No. Uraian Semester I
(2008)

Semester I
(2009)

1. Bahan Makanan Ekspor
24.157
23.857
Impor
65.777.512
31.536.794
Neraca Perdagangan
-65.753.355
-31.512.937
2. Produk Bahan Mentah Ekspor
0
0
Impor
24.527.282
19.253.933
Neraca Perdagangan
-24.527.282
-19.253.933
3. Produk Semi Jadi Ekspor
0
0
Impor
9.109.300
13.216.234
Neraca Perdagangan
-9.109.300
-13.216.234
4. Peralatan Industri Ekspor
0
0
Impor
43.036.246
22.637.158
Neraca Perdagangan
-43.036.246
-22.637.158
5. Produk Konsumsi non Makanan Ekspor
0
0
Impor
20.333.047
28.142.091
Neraca Perdagangan
-20.333.047
-28.142.091
TOTAL Ekspor
24.157
23.857
Impor
162.783.398
114.786.210
Neraca Perdagangan
-162.759.232
-114.762.353

*Sumber : CNIS (Centre National de l'Informatique et des Statistiques) 


C. Modalitas Kerjasama Perdagangan

1.
Trade Agreement (Jakarta, 1987)
2.
Agreement on Cooperation of the Chamber Nationale de Commerce, Algeria and the Committee for Middle East & OIC – Indonesian Chamber of Commerce and Industry (Jakarta, 1992)
3.
Cooperation Agreement between the Algerian National Chamber of Commerce and the Indonesian Chamber of Commerce and Industry (Jakarta, 1992)
4.
MOU between the Algerian Chamber of Commerce and Industry and the Indonesian Chamber of Commerce and Industry (Jakarta, 2003)

 

D. DATA IMPOR ALJAZAIR DARI INDONESIA 2009:

No.

Jenis Komoditi

Pangsa Pasar

Nilai Ekspor
(US Dollar)

1.

CPO

89.91%
35,029,017.00

2.

Kopi & Rempah-rempah

20.17%
52,419,942.00

3.

Lemak & Minyak Nabati

9.97%
56,308,360.00

4.

Kayu Lapis

5.20%
7,577,000.00

5.

Sabun

4.58%
3,875,924.00

6.

Kabel Listrik (-80 volt)

3.88%
5,427,037.00

7.

Ban Mobil/Motor

2.05%
4,594,145.00

8.

Sepatu & Alas Kaki

1.98%
1,452,166.00

9.

Ikan

1.63%
623,539.00

10.

Kosmetik

1.47%
3,905,284.00

11.

Karet

1.41%
5,233,826.00

12.

Bahan Material Konstruksi

1.36%
27,738,185.00

13.

Biskuit Kering

0.79%
9,843.00

14.

Tekstil

0.39%
298,752.00

15.

Garment

0.35%
442,734.00

16.

Susu Bubuk

0.29%
2,564,736.00

17.

Kertas dan Karton

0.26%
1,203,284.00

18.

Tembakau dan Rokok

0.12%
249,078.00

19.

Mobil & Suku Cadang

0.02%
950,773.00

20.

Roti Panggang

0.02%
3,744.00

21.

Obat-obatan

0.01%
227,715.00

                                                Jumlah

210,135,084.00

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


                                 






Sumber: CNIS (Pusat Informasi dan Statistik Nasional Aljazair) Maret 2010

DAFTAR KOMODITI PRODUK RI YANG TELAH MASUK KE ALJAZAIR PERIODE TAHUN 2009 ...selengkapnya (ms word format)

 

E. Masalah dalam Meningkatkan Volume Ekspor Indonesia ke Aljazair

1. Sistim Transaksi Dagang

Walaupun sudah banyak pengusaha Aljazair yang melakukan transaksi dagang dengan menggunakan sistim L/C, namun hal tersebut dilakukan dengan menggunakan Bank asing karena regulasi perbankan Aljazair belum menerapkan sistim pembayaran dimuka (payment in advance) sebelum barang tiba di pelabuhan Aljazair. Hal ini disebabkan oleh kebijakan keuangan Pemerintah Aljazair yang membatasi mata uang Dinar Aljazair (DZD) ke luar wilayah Aljazair.  Kalangan pebisnis menengah ke atas di Aljazair pada umumnya menggunakan Bank asing (biasanya Bank di Perancis) untuk transaksi pembayaran dengan sistem L/C. Tetapi pebisnis menengah ke bawah pada umumnya masih menggunakan sistim pembayaran  yang konvensional yaitu secara tunai ("tebus dokumen") setelah barang tiba di pelabuhan Aljazair.

Sistim ini menyulitkan para eksportir di Indonesia yang merasa tidak mendapatkan jaminan atau kepastian pembayaran ketika barang tiba di Aljazair karena perubahan harga barang selama di perjalanan, terutama jika harga naik. Apalagi komoditi yang dibeli dari Indonesia pada umumnya adalah komoditi hasil pertanian dan kehutanan seperti kopi, teh dan kayu yang harganya sangat fluktuatif karena mengikuti harga di bursa pasar (stock) internasional.  

2. Transaksi dagang berdasarkan hubungan tradisional

Pengusaha Aljazair lebih senang mengimpor barang melalui mitra dagang tradisionalnya di Perancis (sebagian besar mempunyai hubungan keluarga), Italia, Jerman dan Spanyol. Karena melalui pihak ketiga, akibatnya harga barang Indonesia  di pasar Aljazair jadi lebih mahal dan kualitasnya lebih rendah karena yang kualitasnya lebih baik sudah diseleksi dan masuk ke pasar  negara ketiga.

Hal ini juga disebabkan oleh faktor kebiasaan dimana pebisnis Aljazair sudah terbiasa berbisnis dengan pebisnis Perancis, Italia, Jerman dan Spanyol yang secara geografi mempunyai pelabuhan yang dekat dengan Aljazair. Sebagai mitra dagang tradisional, pebisnis dari negara-negara tersebut juga sangat memahami seluk beluk administrasi prosedur kepabeanan Aljazair yang masih konvensional.

3. Kurangnya perhatian pengusaha Indonesia terhadap potensi Aljazair

Hal ini tercermin dalam sedikitnya jumlah pelaku usaha Indonesia yang melakukan observasi pasar secara langsung ke Aljazair, meninjau atau mengikuti pameran  dagang di Aljazair. Mereka juga sangat jarang memanfaatkan keberadaan KBRI Alger untuk mendapatkan informasi guna menembus pasar Aljazair. 

4. Di Aljazair tidak terdapat Asosiasi Importir Komoditi

Hal ini juga merupakan salah satu kendala khususnya bagi pengusaha Indonesia  yang ingin mengadakan kontak dengan  kalangan impotir komoditi tertentu. Demikian pula bagi KBRI Alger dalam mencari kontak untuk membahas upaya-upaya bersama dalam meningkatkan volume ekspor komoditi tertentu ke Aljazair. Semua kontak bisnis hanya dapat dilakukan dengan KADIN Aljazair atau asosiasi para pengusaha Aljazair.

5. Kendala Bahasa

Seluruh aktifitas usaha di Aljazair menggunakan bahasa Perancis dan Arab termasuk penerbitan dokumen dan publikasi resmi. Bahasa Inggris belum banyak digunakan kalangan pebisnis Aljazair.

6. Kelangkaan informasi  tentang potensi ekonomi Aljazair dan Indonesia

Terbatasnya informasi mengenai potensi ekonomi Aljazair di Indonesia menjadikan para pelaku bisnis di Indonesia kurang memahami potensi pasar Aljazair. Bahan informasi dalam bentuk brosur atau pamflet sangat terbatas. Demikian pula, informasi mengenai potensi ekspor Indonesia di kalangan importir Aljazair juga masih terbatas. KBRI Alger telah berusaha memasukkan informasi dimaksud ke dalam web site KBRI yang dapat membantu kalangan pebisnis Aljazair dan Indonesia untuk lebih memahami potensi ekonomi kedua negara.

7. Transportasi

Dewasa ini kondisi geografis sudah bukan merupakan kendala jika diantara kedua negara terdapat transportasi langsung. Tetapi hingga saat ini belum ada perusahaan pelayaran atau maskapai penerbangan yang membuka jalur langsung Indonesia – Aljazair sehingga pengiriman barang dari Indonesia ke Aljazair selalu melalui Eropa (Perancis, Spanyol, Portugal) yang memakan waktu  sekitar 30 hari dengan kapal laut atau  4 hari dengan kapal udara.

IV. Upaya dalam Meningkatkan Volume Ekspor Indonesia ke Aljazair

A. Promosi Dagang:

1.    Pendekatan kepada Pemerintah Aljazair:

KBRI Alger telah mengadakan pendekatan kepada Pemerintah Aljazair khususnya yang menangani masalah kerjasama perdagangan RI – Aljazair, a.l. Kemlu, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perikanan, dan KADIN Aljazair.  

2.   Temu Bisnis:

KBRI Alger bekerjasama dengan Departemen Perdagangan dan KADIN Aljazair telah melakukan beberapa kegiatan promosi dagang a.l. dalam bentuk business lunch dengan kalangan pengusaha Aljazair khususnya importir produk-produk komoditi Indonesia dan roadshow ke beberapa kota besar di luar Alger.

3.   Pameran Dagang:

KBRI Alger selalu mengikuti pameran dagang tahunan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Aljazair, a.l. Pameran UKM Tradisional setiap bulan Maret dan Pameran Internasional Alger setiap bulan Juni. Selain kedua pameran tersebut, masih banyak pamerand agang yang diadakan di Aljazair seperti pameran mobil, mebel, bahan bangunan, dlsb. Tetapi hingga saat ini kalangan eksportir Indonesia belum memanfaatkan ajang tersebut untuk memamerkan produk mereka.

4.   Promosi di Media Massa:

KBRI Alger juga mengadakan promosi melalui wawancara dengan media setempat khususnya yang mempunyai oplah cukup besar dan beredar tidak hanya di Aljazair tetapi juga di luar Aljazair seperti El Khabar, Ech Chorouk, El Watan, La Tribune, Libérte dan La Quotidien d'Oran.

B. Misi Dagang:

KBRI Alger pernah bekerjasama dengan BPEN dalam mensponsori partisipasi kalangan eksportir Indonesia dalam Pameran Internasional Alger. Tetapi sejak dibukanya KBRI Pretoria, kerjasama tidak dilajutkan lagi karena kebijakan baru BPEN yang mengalihkan perhatian ke pasar di Afrika Selatan.

C. Hasil sementara kegiatan tahun 2008 :

1. Partisipasi Indonesia dalam Pameran UKM Internasional Aljazair (Salon International d’Artisanat Algérie), Maret 2008:

KBRI Alger telah membuka stand yang memamerkan produk perhiasan dari Nahdi Jewelry, Jakarta. Perhiasan Indonesia sangat menarik minat masyarakat Aljazair karena rancangannya memadukan rancangan tradisional Indonesia, modern dan tradisional Afrika.

Beberapa pengusaha Aljazair telah memesan produk perhiasaan perak Indonesia. Selain itu seorang fashion designer dari Aljazair juga tertarik pada produk kulit reptile untuk busana rancangannya dan telah memesan produk tersebut.

2. Partisipasi Indonesia dalam Pameran Internasional Alger (Foire International d’Alger), Juni 2008:

Berdasarkan pengalaman selama Pameran UKM Aljazair Maret 2008 dimana cukup banyak permintaan terhadap produk perhiasan Indonesia, maka pada Pameran Interansional Alger 2008 KBRI Alger bekerjasama dengan Departemen Perindustrian (Ditjen IKM) telah membuka stand yang diisi oleh beberapa pengusaha perhiasan Indonesia. Selain itu, bekerjasama dengan Kementerian Negara Koperasi & UKM, telah berpartisipasi pula beberapa pengusaha kerajinan dan asesori (tas, garment, batik, dll) serta Dinas Perdagangan Prop. Sumsel dan Sumut yang memperkenalkan kopi, teh, canned seafood, kayu & plywood.

Terdapat cukup banyak pengusaha terkemuka Aljazair yang mengunjungi dan berbelanja perhiasan di stand Indonesia serta melakukan pembicaraan bisnis. Selama berlangsungnya Pameran, beberapa inquiries yang diterima adalah mengenai kopi,  plywoodseafood, agribisnis,  CPO, besi, textile, garment, paper products, soap noodles, tuna kaleng, keramik dan material bangunan lainnya, dll.

Selain memamerkan produk, stand Indonesia juga mempromosikan PPE 2008. Selama berlangsungnya Pameran dan hingga tanggal 15 September 2008  telah mendaftar ke KBRI Alger 37 perusahaan Aljazair yang akan meninjau PPE 2008. Selain itu, Presiden KADIN Aljazair juga akan meninjau PPE, mengadakan pertemuan dengan pejabat Depdag RI dan Ketua KADIN Indonesia Komite Timur Tengah & OKI untuk membahas langkah-langkah konkrit untuk meningkatkan hubungan perdagangan dan ekonomi RI – Aljazair termasuk implementasi MoU KADIN Aljazair – KADIN Indonesia Komite Timur Tengah.

3. Kegiatan Business Lunch (April 2008) dan Business Dinner (Juni & Juli 2008) di Alger dan  Trade Expo Indonesia Roadshow (Agustus 2008) ke Tlencem dan Oran (Agustus 2008):

Kegiatan bisnis tersebut dilakukan bekerjasama dengan KADIN Aljazair dan telah berhasil menggugah para pengusaha Aljazair untuk lebih mengenal potensi ekspor Indonesia. Hal tersebut terlihat pada meningkatnya keinginan kalangan pengusaha Aljazair untuk berbisnis dengan mitra dari Indonesia dan jumlah pengusaha Aljazair yang akan meninjau PPE 2008. Jumlah 37 perusahaan tersebut di atas masih akan bertambah mengingat beberapa diantara mereka akan ke Indonesia dengan menggunakan fasilitas visa on arrival.

4. Promosi melalui media massa Aljazair:

Telah mengadakan wawancara dengan media setempat dan dimuat di beberapa harian Aljazair, yakni El Watan (5 April);  El Khabar (16 April); El Moujahid (16 April); Libérte (5 Agustus 2008); La Quotidien d'Oran (6 Agustus 2008); dan La Tribune (11 Agustus 2008); El Moustakbel (26 Agustus). KBRI Alger juga memuat iklan tentang PPE 2008 di harian La Tribune edisi 11 & 12 Agustus 2008.

Promosi melalui media massa tersebut hasilnya sangat efektif, terlihat pada respons kalangan pengusaha Aljazair yang menyatakan minat mereka untuk mengimpor produk dari Indonesia dan akan meninjau PPE 2008.

D. Hasil sementara kegiatan tahun 2009 :

1. Partisipasi Indonesia dalam Pameran Internasional Alger (Foire International d’Alger), Mei-Juni 2009:

Pameran Internasional Alger ke-42 (42ième Foire Internationale d'Alger FIA42) telah berlangsung di Palais des Expositions SAFEX Alger pada tgl. 30 Mei - 4 Juni 2009, dibuka secara resmi oleh Presiden Aljazair Abdelaziz Bouteflika dan diikuti oleh perusahaan Aljazair (1300) dan negara asing (36) serta perusahaan swasta asing (68).

Demikian pula, dibandingkan dengan FIA-41 tahun 2008, pada tahun ini tidak terdapat Country Guest of Honor dan tidak terdapat pejabat tinggi asing yang hadir pada acara pembukaan. Beberapa tamu asing yang mengunjungi pameran antara lain Ketua & Wakil Ketua MPR RI Dr. Hidayat Nur Wahid dan Dr. BRA Mooryati Soedibyo.

KBRI Alger telah membuka paviliun Indonesia yang menghadirkan 9 perusahaan yaitu:

a. PT. SUCOFINDO

b. PT. WIJAYA KARYA

c. PT. DUTA GRAHA INDAH Tbk.

d. PT. PERTAMINA

e. PT. MUSTIKA RATU

f. PT. INKOR BOLA PASIFIC

g. PT. MULTI STRADA ARAH SARANA

h. PT. HASIL TIMBER

i. PT. SARI MAKMUR

Selama berlangsungnya pameran terlihat cukup banyak pengusaha Aljazair yang berkujung ke Paviliun Indonesia dan mengadakan pembicaraan bisnis. Mereka juga mengundang pengusaha Indonesia untuk berkunjung ke kantor. Transaksi di Paviliun Indonesia yang tercatat secara keseluhuran mencapai USD 444.600,00. Nilai tsb belum termasuk transaksi kopi, kosmetik, jasa manajemen dan konstruksi yang masih akan ditindaklanjuti dalam pertemuan berikutnya di Indoneisa dalam kesempatan mengunjungi TEI 2009.

 

 

 
Conception  |  Mentions légales  | Nous contacter© 2008 Ambassade d'Indonésie en Algérie,Tous droits réservés.