y y   y
eKBRI AlgerteTentang AljazairteHubungan BilateralteLink Lain


Photo Kegiatan
"Soiré Indonésienne"

gedung kbri
Kedutaan Besar Republik Indonesia

17, Chemin Abdelkader Gaddouche
Hydra, Alger, Algérie

B.P.62 El-Mouradia 16070 Alger
Tel.: +213 21 69 49 15
Fax.: +213 21 69 49 10


Kembali ke Halaman Utamaali ke halaman utama

"Soiré Indonésienne" di Aljazair mengobati
kerinduan warga Aljazair terhadap Indonesia

****

Jika masyarakat internasional banyak yang lebih mengenal Bali dari pada Indoneisa, maka masyarakat Aljazair banyak yang lebih mengenal Bandung dari pada Indonesia. Hal ini dapat dimaklumi mengingat perjuangan kemerdekaan bangsa Aljazair tahun 1954 yang oleh Pemerintah Perancis dianggap sebagai teroris pengganggu keamanan, dalam Konperensi Asia Afrika (KAA) di Bandung tahun 1955 diakui sebagai perjuangan kemerdekaan bangsa Aljazair yang kemudian dengan dukungan Indonesia di berbagai fora internasional menghasilkan kemerdekaan Aljazair tahun 1962.

Oleh karena itu dalam kesempatan kegiatan diplomasi budaya dan promosi «Visit Indonesia Year 2008» di Aljazair, KBRI Alger telah meminta Departemen Kebudayaan & Pariwisata RI khususnya Direktorat Jenderal Pemasaran untuk singgah di Aljazair guna dapat menampilkan musik angklung, arumba, tarian jenis Jaipongan (Bajidor Kahot) dan Rampak Kendang Jawa Barat untuk mengingatkan warga Aljazair terhadap Bandung.

Selain penampilan kesenian Jawa Barat, juga ditampilkan berbagai nomor tarian mulai dari Jakarta dengan Tari Lenggang Nyai; Riau dengan Tari Japin; Bali dengan Tari Oleg Tambulilingan dan Tari Baris; Sumatera Utara dengan Tari Tor-Tor Marpangir serta Nanggroe Aceh Darussalam dengan Tari Rappel Saman. Berbagai tari-tarian tersebut dibawakan dengan sangat dinamis oleh para penari PLT Bagong Kusudiardjo, Jakarta dan ISTI Denpasar, sedangkan musik angklung dan arumba oleh Saung Angklung Mang Ujo, Bandung dan Rampak Kendang oleh Tim Kesenian KBRI Alger.

Kegiatan yang dikemas dalam program Soiré Indonésienne (Malam Indonesia) tersebut berlangsung dengan meriah di dua gedung pertunjukkan di ibu kota Alger masing-masing tanggal 24 Juni 2008 di Theatre Ibn Zeydoun – Ryadh El Feth dan tanggal 25 Juni 2008 di Theatre Nationale d’Algérien Mahieddine Bachtarzi. Selain itu, Malam Indonesia juga berlangsung tanggal 27 Juni 2008 di Theatre Régionale de Constatine, kota kedua terbesar di Aljazair, dan dihadiri oleh undangan dari berbagai kalangan masyarakat Aljazair, seperti pejabat pemerintah, anggota parlemen, akademisi, budayawan, dan bisnis serta kalangan korps diplomatik. Rangkaian kegiatan diplomasi budaya tersebut dapat berlangsung lancar dan sukses berkat dukungan penuh dari Kementerian Kebudayaan Aljazair dan Pemerintah Propinsi Constantine serta PT Wijaya Karya yang saat ini sedang mengerjakan proyek pembangunan East-West Highway di Aljazair bagian Timur.

Dubes RI di Alger Yuli Mumpuni Widarso dan Dirjen Pemasaran, Departemen Kebudayaan & Pariwisata RI Dr. Sapta Nirwandar dalam sambutan pembukaan menyatakan bahwa Malam Indonesia tersebut merupakan kegiatan diplomasi budaya, selain untuk meningkatkan persahabatan Indonesia – Aljazair juga untuk memberikan gambaran kepada masyarakat Aljazair mengenai keberagaman budaya di Indonesia. Sementara itu Gubernur Propinsi Constantine Mr. Abdelmalek Boudiaf menyatakan bahwa Malam Indonesia di Constantine telah lama dinanti-nantikan oleh warga Constantine yang selama ini telah mengenal Bandung dan Indonesia, baik dari sejarah perjuangan Aljazair maupun dari cerita para keluarga yang bertemu dengan jemaah Haji Indonesia di Mekkah serta dari cerita beberapa mahasiswa Universitas Emir Abdelkader Constantine yang melanjutkan studi di Indonesia. Pemerintah Propinsi dan warga Constantine sangat menghargai upaya yang dilakukan oleh KBRI Alger untuk mendatangkan Misi Kesenian Indonesia ke Aljazair sehingga kerinduan mereka terhadap Indonesia, khususnya Bandung dapat terobati.

Tanggapan masyarakat Aljazair terhadap penyelenggaraan Malam Indonesia sangat positif. Stasiun televisi nasional Aljazair, Canal Algérie yang secara khusus mewawancarai Dirjen Pemasaran Depbudpar tanggal 25 Juni 2008 juga menyampaikan kekaguman masyarakat Aljazair terhadap keindahan tari-tarian dan kemerduan alunan musik angklung yang ditampilkan dalam Malam Indonesia.

Tanggapan positif juga ditunjukkan oleh beberapa harian nasional independen Aljazair seperti El Khabar dan El Watan serta harian regional An Nasr Constantine yang dalam edisi tanggal 27, 28, dan 29 Juni 2008 telah memuat laporan khusus tentang Malam Indonesia. Menurut mereka tari-tariannya sangat menarik serta menggugah rasa ingin berkunjung dari masyarakat Aljazair ke Indonesia. Acara interaktif musik angklung yang menyertakan para undangan bermain angklung dinilai telah berhasil memikat hati dan mengingatkan para undangan kepada Bandung, yang memang telah mempunyai tempat khusus di hati warga Aljazair.

Alger, 30 Juni 2008

 
Conception  |  Mentions légales  | Nous contacter© 2008 Ambassade d'Indonésie en Algérie,Tous droits réservés.