y y   y
eKBRI AlgerteTentang AljazairteHubungan BilateralteLink Lain

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kembali ke Halaman Utamali ke halaman utama

Bisnis Indonesia


Industri

Senin, 15/02/2010

 

Aljazair tawarkan megaproyek infrastruktur
Wijaya Karya ikut tender proyek pembangunan jalan dan masjid

 

JAKARTA: Pemerintah Aljazair melakukan roadshow untuk menawarkan sejumlah tender proyek infrastruktur bernilai ratusan triliun rupiah kepada pengusaha di Indonesia, sementara PT Wijaya Karya Tbk (Wika) menyatakan minatnya untuk mengikuti tender.

Duta Besar Aljazair untuk Indonesia Abdelkrim Belarbi mengungkapkan dirinya telah menemui sejumlah pejabat tinggi di Jakarta antara lain Menteri Perumahan dan Menteri Pekerjaan Umum untuk menawarkan potensi bisnis infrastruktur tersebut.

Dia berharap pengusaha di Indonesia tertarik menggarap sejumlah potensi bisnis infrastruktur, dan juga di sektor industri dan perdagangan.

"Kami akan mengadakan seminar di Jakarta mengenai potensi bisnis di Aljazair. Saat ini masih dalam persiapan. Saya juga terus melakukan berbagai pertemuan dengan sejumlah pejabat dan pengusaha di Indonesia dan berharap mereka tertarik ikut tender," ujarnya saat jamuan makan malam dengan Dubes RI untuk Aljazair Yuli Mumpuni Widarso, akhir pekan lalu.

Jamuan itu juga dihadiri a.l. Bintang Perbowo (direktur utama PT Wijaya Karya Tbk), Lilik Sutanto, (Direktur Utama PT Multi Prima Universal-perusahaan penyewaan alat berat), Paulus Bambang W.S. (wakil direktur utama PT United Tractors Tbk).


Proyek infrastruktur baru Pemerintah Aljazair yang ditenderkan tahun ini:

Nama proyek

Volume proyek

Keterangan

Inftastruktur hidrolik :

Bendungan

20 bendungan

Kelanjutan dari 72 bendungan yang sudah diselesaikan

Perumahan :

Apartemen rakyat (social housing)

1 juta unit

Anggaran US$40 miliar. Pada perode 2005-2009 sudah diselesaikan 1 juta apartemen dengan anggaran US$35 miliar

Kepelabuhanan :

Pelabuhan Laut

Pembangunan 19 pelabuhan perikanan

 

 

Pembangunan 16 pelabuhan kapal ukuran kecil

 

 

Perluasan 21 pelabuhan perikanan

 

Pelabuhan udara

Penambahan kapasitas 15 bandara

 

Jalan reguler

Pembangunan 23 jalan penghubung

Jalan ini menghubungkan antara jalan tol ke jalan reguler sepanjang 1.396 km yang membentang dari Kota Tebesa-Tlemcen

Jalan tol

Pelebaran jalan nasional kelas satu

Panjang 320 km

 

Jalan tol 1.300 km

Kelanjutan dari proyek East-West Motorway

 

Jalan tol Boumerdes-Tipaza

Panjang 150 km (2x2 jalur)

 

Jalan tol Ain Delfa-Bordj Bou Arreridji

Panjang jalan 300 km

 

Jalan tol kota baru Bouinan

Kapasitas 2x3 jalur

Sumber: Kementerian Pekerjaan Umum Aljazair

Yuli Mumpuni Widarso mengatakan KBRI akan proaktif menginformasikan potensi bisnis di Aljazair kepada dunia usaha di Indonesia, khususnya sektor infrastruktur yang kini sedang giat dilaksanakan Pemerintah Aljazair.
"Selama berada di Jakarta, saya memanfaatkan waktu dengan menemui sejumlah pengusaha untuk mengajak mereka menggarap potensi bisnis di sana," ujarnya.

Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum Aljazair, pada tahun anggaran 2009-2014, pemerintah negara itu akan membangun 2 juta unit rumah (social housing) yang seluruhnya dibiayai APBN, di samping infrastruktur lain. (lihat tabel)

Sebelumnya, Aljazair telah menyelesaikan proyek pembangunan 1 juta yang sebagian besar dikerjakan oleh kontraktor dari China.

Minat Wika


Di tempat yang sama, Direktur Utama PT Wika Tbk Bintang Perbowo kepada Bisnis menyatakan ketertarikannya untuk kembali menggarap proyek infrastruktur di Aljazair.

Proyek yang diminati Wika antara lain pembangunan Masjid Agung di Kota Constantine dan jalan serta pipanisasi gas sepanjang 1.500 km yang membentang dari utara hingga selatan wilayah Aljazair.

"Semua proyek itu sedang dalam proses tender dan Wika akan ikut berkompetisi," ujarnya.
Menurut Bintang, untuk tender dengan nilai proyek sangat besar, Wika cukup menjadi subkontraktor dari perusahaan atau konsorsium pelaksana utama proyek. Namun, untuk proyek skala menengah dan kecil yang tidak membutuhkan modal kerja terlalu besar, Wika berambisi menjadi kontraktor utama.

"Kalau modalnya terlalu besar, tentu risiko juga cukup be-sar, meskipun profitnya juga menggiurkan. Namun, kami perlu berhati-hati karena Wika belum memiliki banyak pengalaman menggarap proyek di luar negeri," katanya.

Dia menambahkan beberapa kendala yang dihadapi untuk memperoleh proyek di Aljazair adalah soal bahasa. Aljazair menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa resmi dan bahasa Prancis sebagai bahasa komunikasi. Bahasa Inggris belum banyak digunakan di sana.

Dia mengakui perusahaan konstruksi dari China merupakan pesaing terberat bagi Wika dalam tender, terutama dalam hal harga.

"Kalau soal kualitas, Wika berani diadu dengan siapa pun termasuk dengan kontraktor dari China," kata Bintang.
Jika Wika berhasil memenangi tender, maka pekerjaan tersebut merupakan proyek kedua yang digarapnya di Aljazair. Saat ini, Wika sedang menyelesaikan proyek pembangunan underpass, flyover, pagar jalan tol dan pengaspalan jalan tol di Aljazair.

Wika merupakan salah satu subkontraktor dari Consortium Japonais Pour I'Autoroute Algerienne (Cojaal), konsorsium perusahaan Jepang, sebagai kontraktor utama megaproyek jalan tol sepanjang 400 km.
Proyek yang digarap Wika membentang sepanjang 104 km di antara Kota Setif dan Constantine.

Di sini Wika mengerjakan 118 proyek yang mencakup tiga pekerjaan pokok yakni membangun jembatan di atas tol (bridge) sebanyak 52 proyek, jalan di bawah jalan tol (underpass) 10 proyek dan saluran air (gorong-gorong di bawah jalan tol) sebanyak 56 proyek. Total nilai proyek dikerjakan Wika berkisar Rp600 miliar.
Ini merupakan proyek pertama sekaligus terbesar milik Wika di luar negeri. Semua proyek yang digarap Wika sejak 2007 ini dijadwalkan selesai sebelum pertengahan tahun ini.

Megaproyek tersebut merupakan bagian pembangunan jalan tol sepanjang 1.000 km, dari Provinsi El Tarf di perbatasan Aljazair-Tunisia hingga Boumerdes yang berdekatan dengan Maroko di ujung barat.
Kelak jalan tol ini akan menjadi salah satu infrastruktur terpenting yang akan menghubungkan sejumlah wilayah di kawasan Laut Mediterania dengan kota-kota lain di Aljazair khususnya di wilayah utara.
Seluruh biaya proyek raksasa ini sebesar Rp200 triliun dibiayai sepenuhnya dari APBN Aljazair. (chamdan@bisnis.co.id)
Oleh Chamdan Purwoko
Bisnis Indonesia

Kembali ke Halaman Utamal

Conception  |  Mentions légales  | Nous contacter© 2008 Ambassade d'Indonésie en Algérie,Tous droits réservés.