Silaturahmi Musik Indonesia - Aljazair
Sesaat setelah lagu “Gundul-Gundul Pacul” selesai dinyanyikan, suara tepuk tangan hadirin sontak bergemuruh di aula Institute National Superieur de Musique de Algerie (Institut Musik Nasional Aljazair) di Alger. Mereka adalah para seniman musik, mahasiswa dan dosen serta Direktur Institut yang memberikan apresiasi spontan kepada para staf KBRI Alger yang telah menyuguhkan permainan musik tradisional Gamelan dan Rampak Gendang yang sedang diperkenalkan oleh Yoyon Darsono, dosen STSI Bandung, sebagai bagian awal dari program “Gamelan & Rampak Kendang Workshop” yang akan berlangsung di Institut tsb selama bulan Desember 2010.
Dubes RI di Alger, Yuli Mumpuni Widarso, dalam sambutan pembukaan program Workshop menjelaskan tentang keanekaragaman musik tradisional di Indonesia yang berkembang sesuai dengan tradisi dan kesenian di masing-masing pulau. Jika gamelan diperkenalkan ke Indonesia oleh kebudayaan India (Hindu) yang terdapat di beberapa pulau di Indonesia, maka Rampak Kendang hanya terdapat di Jawa Barat yang merupakan hasil evolusi perkembangan musik budaya Islam (bedug). Sementara itu Direktur Institut, Mme. Bouchtout Karima, dalam sambutannya menyampaikan penghargaan kepada KBRI Alger yang telah berinisiatif menyelenggarakan Workshop yang ditunggu-tunggu para mahasiswa dan dosen. Mereka sangat antusias ingin segera memainkan instrumen Gamelan dan Rampak Kendang yang tampak anggun dan cantik di panggung aula, karena Workshop tsb merupakan kegiatan pertama di Institut dimana para masiswa dan dosen akan diperkenalkan kepada musik tradisional Indonesia dan akan berkolaborasi dengan instrumen tradisional Aljazair. Yoyon Darsono menambahkan bahwa sebagai sesama negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam, maka penyelenggaraan program Workshop ini juga merupakan ajang silaturahmi antara musisi Indonesia dan Aljazair yang sama-sama berlatar belakang budaya Islam, melalui musik. Pihaknya sangat tersanjung karena tanggapan mahasiswa dan dosen terhadap program tsb sangat positif dan tersentuh oleh pernyataan salah seorang mahasiswa yang menyatakan baru pertama kali ini mendengar alunan nada yang begitu indah dari Indonesia. Antusiasme dan ketertarikan mereka terpuaskan ketika para mahasiswa dipersilakan naik panggung untuk mencoba memainkan instrumen Gamelan dan Kendang.
Pada akhir program Workshop tgl 27 Desember 2010 direncanakan akan digelar pertunjukan Gamelan dan Rampak Kendang berkolaborasi dengan instrumen musik tradisional Aljazair yang dimainkan oleh para peserta Workshop.
Foto:
Yoyon Darsono memperagakan suling bambu Sunda pada waktu pembukaan Gamelan & Rampak Kendang Workshop di Institut Musik Nasional Aljazair, Alger, tgl 5 Desember 2010
|