y y   y
eTentang KBRIteTentang AljazairteHubungan BilateralteLinks Lain

Soekarno yang Tak Pernah Lekang di Aljazair

Siapa yang tak kenal Soekarno? Presiden pertama RI yang melegenda dan tak lekang oleh zaman di seantero dunia. Di Indonesia, Soekarno atau Bung Karno selalu dijadikan simbol bagi politisi dan pemikir yang berhaluan anti neoliberalisme dan berpaham kerakyatan.


Tapi di dunia, Soekarno tetap dikenang sebaga pejuang kemerdekaan bangsa-bangsa dunia ketiga dan sosok yang hangat, cerdas dan inspiratif. Demikian pula halnya sosok Soekarno yang tetap melegenda di belahan dunia bagian Utara Afrika yang berselisih 6 jam dengan Indonesia, Aljazair.

Di negeri ini, Soekarno memiliki nama dan posisi tersendiri yang tak mudah dihapus dan dihilangkan. Jika anda sempat mengunjungi Aljazair, lalu anda bertemu dengan orang-orang tua baik dari pejabat atau masyarakat dan tokoh-tokoh nasional, anda akan mudah mengenalkan diri dan langsung disambut hangat karena berkah Bung Karno. Mereka akan langsung menyebut Soekarno saat anda mengenalkan diri sebagai warga Indonesia.
Hal ini disebabkan betapa bantuan Soekarno yang berupa undangan kepada wakil Aljazair untuk ikut dalam KTT Asia Afrika di Bandung pada tahun 1955 betul-betul menjadi tonggak sejarah perjuangan kemerdekaan Aljazair melawan kolonialisasi Perancis. Berkat forum internasional yang dahsyat dan luar biasa yang digagas Soekarno itulah, nama Aljazair pertama kali dikenal dunia internasional. Sampai akhirnya pada tahun 1962, tepatnya tanggal 5 Nopember para pejuang memproklamirkan kemerdekaan aljazair setelah melakukan perang kemerdekaan sejak tahun 1954.

Bahkan menurut salah satu cerita mantan pejuang Aljazair yang baru saja meninggal dunia pada tanggal 30 Januari 2012, Abdelhamid Mehri, Soekarno tidak hanya mendukung dan mendorong kemerdekaan Aljazair dari sisi diplomasi internasional, tetapi juga menyuplai senjata untuk perang kemerdekaan yang dikirimkan dari Moskow, Uni Soviet saat itu. Selain memberikan bantuan senjata, Bung Karno juga mengirimkan perwira-perwira TNI dari berbagai angkatan untuk melatih para pejuang Aljazair. Termasuk saat Dubes Ahmad Niam Salim bertemu dengan salah seorang Mujahidah, Jamilah Bouharat, yang bercerita banyak soal Soekarno dan bantuannya selama perang kemerdekaan melawan Perancis saat bertemu Dubes RI Alger tersebut.
Karena itulah, tak heran kalau kita bertemu para mujahidin dan mujahidah yang saat ini banyak duduk di pemerintah Presiden Abdelaziz Boeteflika mereka akan memuji kebaikan Indonesia dan Soekarno. Dan berkahnya, kita sebagai warga negara Indonesia di Aljazair mendapat simpati dan respon positif dari warga dan masyarakat Aljazair secara umum.  Karena itulah, modal dasar yang baik ini harus kita jaga dan terus tingkatkan dalam kerangka untuk membangun hubungan dua bangsa  yang saling menguntungkan di berbagai bidang. Itulah sebabnya sudah selayaknya para pemimpin  Indonesia terus menjaga dan meningkatkan hubungan kerjasama kedua negara ini menjadi lebih baik, maju dan produktif.

Alger, 2 Februari  2012

 
Conception  |  Mentions légales  | Nous contacter© 2008 Ambassade d'Indonésie en Algérie,Tous droits réservés.