KERAJINAN PERHIASAN PERAK DAN TEMBAGA INDONESIA MENYEMARAKKAN PAMERAN DI ALJAZAIR
KBRI Alger telah memanfaatkan Pameran Internasional Kerajinan Tradisional & Seni Aljazair yang berlangsung di Alger tgl 18 – 25 Maret 2010 untuk kembali menghadirkan perhiasan perak dan tembaga, setelah kehadiran terdahulu di Pameran Internasional Alger tahun 2008. Kehadiran perhiasan Indonesia di Aljazair memang dinantikan oleh berbagai kalangan, baik buyer (importir dan distributor) maupun individu yang telah jatuh cinta kepada produk perhiasan Indonesia. Mereka pada umumnya menilai design perhiasan Indonesia sangat modern meskipun terdapat sentuhan rancangan tradisional. Stand perhiasan Indonesia yang sejak pembukaan Pameran selalu dipenuhi oleh pembeli tsb diisi oleh tiga perusahaan dari Jakarta yakni Ria Jewellery, Nahdi & Co Jewellery dan Reny Feby Jewellery. Ketiga perusahaan yang memamerkan berbagai jenis perhiasan dengan beragam rancangan tsb telah berhasil memukau pengunjung Pameran dan mendapatkan transaksi yang tidak mengecewakan dari kalangan buyer.
Pameran yang mengijinkan penjualan langsung (retail) tsb memang merupakan peluang emas untuk memperkenalkan produk perhiasan Indonesia ke pasar non-tradisional seperti Aljazair. Sebagai pasar non-tradisional, Aljazair cukup potensial karena pada tahun 2009 saja negara tsb membelanjakan USD 42,504,153.00 untuk mengimpor perhiasan dari Italia (83,49%), Perancis (5,49%), Spanyol (4,27%), Jerman (3,34%), China (2,22%), Belgia (0,39%), Swiss (0,27%) dan India (0,18%). Oleh karena itu, dan untuk mendongkrak kembali ekspor Indonesia ke Aljazair yang pada tahun 2009 turun sangat signifikan (49%) maka KBRI Alger menggandeng Kementerian Koperasi & UKM RI untuk berpartisipasi dalam Pameran tsb.
Kementerian Koperasi & UKM juga mengkoordinir kehadiran dua perusahaan yang memproduksi garment batik (Bandung & Cirebon), satu perusahaan aksesori (Jakarta), satu perusahaan kerajinan tas sulam (Banda Aceh) dan pernak-pernik perlengkapan rumah tangga berhiasakan bordir (Bogor) yang keseluruhannya menempati lahan pameran seluas 66 m2. Produk-produk tsb habis terjual sebelum hari terakhir pameran, dengan nilai total mencapai DA 2.500.000 (USD 34,722.00).
Lima perusahaan (importir & distributor) yang potensial telah mengunjungi stand Indonesia untuk mengadakan transaksi dan pembicaraan bisnis mendatang dengan perusahaan perhiasan, garment dan aksesori. Mereka menyatakan bahwa barang-barang produksi Indonesia yang dipamerkan tsb baik rancangannya maupun kualitasnya sangat baik. Oleh karena itu meskipun harganya di atas harga rata-rata produk asing yang masuk ke pasar Aljazair, kalangan buyer tetap membeli. Kebutuhan akan produk-produk tsb meningkat terus mulai bulan April hingga September karena pada musim semi dan terutama pada musim panas hingga pada waktu liburan bulan puasa Ramadhan karena meningkatnya jumlah warga Aljazair di luar negeri (expatriates) yang berlibur ke Aljazair.
Alger, 29 Maret 2010
Keterangan foto:
Menteri UKM & Kerajinan Aljaair, Dr. Mustapha Benbada dan Menteri UKM Republik Kongo Dr. Yvonne Adelaide Mougany setelah pembukaan pameran mengunjungi stand perhiasan Indonesia dan mendapat penjelasan dari Dubes RI Alger, Yuli Mumpuni Widarso, mengenai perkembangan produk perhiasan Indonesia.