INDONESIA: SALAH SATU MUKJIZAT MACAN ASIA
Sebagai negara berkembang yang perekonomian nasionalnya 97% masih mengandalkan penghasilan dari ekspor migas dan sedang bergerak kearah diversifikasi industri non migas, Aljazair menawarkan pasar yang cukup potensial bagi produk ekspor Indonesia. Tahun 2009 Aljazair membelanjakan 39,103 milyar USD (-0,95%) untuk membiayai impor berbagai produk non migas dari berbagai negara. Impor Aljazair dari Indonesia pada tahun 2009 hanya mencapai USD 234,715 juta (peringkat 27).
Mempertimbangkan peluang pasar yang cukup potensial tersebut maka KBRI Alger menggandeng BPEN untuk meraih peluang yang ditawarkan oleh pasar Aljazair, dan berpartisipasi pada Pameran Internasional Alger ke-43 (43e Foire Internationale d’Alger/FIA-43) tanggal 2-7 Juni 2010. Pavilun Indonesia (136 m2) menampilkan produk baterei (PT. International Chemical Industry), busana muslim (N&A Design), peralatan penangkapan ikan (PT. Inti Jaringmas Fishing Net Industry), pakaian dan aksesori anak (CV. Abyra Bali), permen & kopi KOPIKO, biskuit Danise (PT. Mayora Indah Tbk), ban kendaraan (PT. Multistrada Arah Sarana, Tbk) dan mi instan (PT. Indofood Sukses Makmur) serta Badan Penanaman Modal dan Pendayagunaan Kekayaan dan Usaha Daerah (BPMPKUD) DKI Jakarta dan PT Wijaya Karya Tbk (PT WIKA) telah tampil semarak dan menarik perhatian pengunjung Pameran.
Harian ekonomi Aljazair La Tribune dalam edisi tgl 5 Juni 2010 yang berjudul “Pameran Internasional Alger: Partisipasi Mengesankan Para Investor Indonesia” menyatakan antara lain bahwa “Mengetahui potensi pasar Aljazair di sejumlah sektor usaha yang masih belum tergarap maksimal, para pengusaha Indonesia kelihatannya tidak ingin ketinggalan dari negara-negara lain, khususnya China. Partisipasi para investor dan perwakilan diplomatik Indonesia dalam ajang internasional ini bertujuan untuk menembus lebih jauh pasar Aljazair melalui beragam produk barang Indonesia”. Harian Ech Chaab edisi 6 Juni 2010 dalam tulisan berjudul “Paviliun Indonesia menarik banyak pengunjung, gambaran kecil mukjizat salah satu macan Asia” antara lain menyampaikan bahwa memasuki Paviliun Indonesia akan melihat mukjizat menarik dari salah satu macan Asia, terlihat pada produk-produk yang dipamerkan. Sementara itu harian El Hiwaredisi 6 Juni 2010 dalam artikel berjudul “Indonesia memproduksi mayoritas produk yang diperlukan Aljazair dengan harga yang lebih murah”, antara lain menyampaikan bahwa Paviliun Indonesia tidak hanya strategis tempatnya tetapi juga menarik dekorasinya dan beragam produk yang ditampilkannya. Disitir juga penjelasan Dubes RI bahwa Indonesia sebagai salah satu negara yang memproduksi berbagai produk non migas yang telah masuk ke pasar internasional menawarkan produknya ke Aljazair. Indonesia ingin meningkatkan volume pertukaran perdagangan non migas seperti peralatan industri manufaktur, garment dan makanan olahan. Pameran tsb merupakan kesempatan yang baik bagi terjadinya interaksi bisnis untuk saling mendalami dan menganekaragamkan hubungan ekonomi kedua negara.
Alger, 8 Juni 2010
Galeri Foto |