Dubes RI Sampaikan Belasungkawa Atas Wafatnya Pejuang Kemerdekaan Aljazair
Senin pagi (30/1/2012), salah satu tokoh pejuang kemerdekaan Aljazair, Mr. Abdelhamid Mehri meninggal dunia di Rumah Sakit Militer Aljazair. Mehri wafat dalam usia 85 tahun setelah dirawat karena menderita sakit sejak beberapa pekan sebelumnya.
Mendengar kabar wafatnya salah satu tokoh perjuangan kemerdekaan Aljazair yang beberapa kali menempati pos stategis di pemerintahan selama hidupnya, Dubes RI untuk Aljazair, Ahmad Niam Salim pada hari Selasa, 31 Januari 2012 melakukan takziyah ke kediaman keluarga Mehri yang kemudian memberikan kesempatan kepada rombongan Dubes RI Alger untuk melakukan doa di depan jenazah.
"Atas nama pribadi, pemerintah dan rakyat Indonesia, kami menyampaikan ucapan duka cita dan mendoakan semoga amal ibadah almarhum diterima oleh Allah SWT dengan husnul khotimah, ditempatkan di tempat yang mulia di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi musibah," kata Dubes Niam Salim kepada keluarga Mr Abdelhamid Mehri yang diwakili oleh putra dan keponakan almarhum, Souheil Mehri dan Ibrahim Zakareya Kammas.
Dalam beberapa surat kabar nasional Aljazair, Presiden Abdelaziz Bouteflika, PM. Ahmed Ouyahia, para menteri kabinet, pimpinan lembaga tinggi negara, para tokoh veteran pejuang/mujahidin dan para tokoh dari berbagai elemen masyarakat Aljazair lainnya juga telah menyampaikan ucapan duka cita kepada keluarga almarhum. Mereka menganggap kepergian Mr. Abdelhamid Mehri sebagai kehilangan besar bagi rakyat dan bangsa Aljazair.
KBRI Alger selama ini mempunyai hubungan yang baik dengan Mr. Abdelhamid Mehri. Sejak dulu, Kepala Perwakilan RI di Alger selalu melakukan courtesy call dengan maksud memperkenalkan diri kepada Mr. Mehri pada saat kedatangan dan pamitan pada saat akan mengakhiri tugas.
Mr. Mehri lahir di daerah El Harrouche provinsi Skikda pada tanggal 3 April 1926. Mr. Mehri melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Ez-Zitouna, Tunis. Setelah menamatkan studi di Tunis, kemudian bergabung dengan pergerakan nasional pada dekade 40-an sebagai kader Partai Rakyat Aljazair/ Parti du Peuple Algerien (PPA) dan terpilih sebagai anggota Komite Sentral PPA (1951 – 1953).
Pada tahun 1954, Mehri sempat ditahan oleh pasukan penjajah Perancis dan dipenjara sampai tahun 1955. Setelah dibebaskan, Mr. Mehri kemudian bergabung dengan Front Pembebasan Nasional/Front de Liberation Nationale (FLN) dan diangkat sebagai Wakil FLN di Damaskus, Suriah. Kemudian ikut serta sebagai anggota Delegasi FLN pada pertemuan parpol-parpol kawasan Maghribi (Maroko, Tunis dan Aljazair) di Tangier, Maroko.
Pada periode 1958-1959 Mr. Mehri diangkat sebagai sebagai Menteri Urusan Afrika pada kabinet Pemerintahan Sementara Aljazair/GPRA. Tahun 1959-1961 sebagai Menteri Sosial dan Kebudayaan GPRA. Paska kemerdekaan Aljazair, Mr. Mehri diangkat sebagai Direktur Sekolah Tinggi Guru (1964-1970), Sekjen Kementerian Pendidikan (1079-1977), Direktur Sekolah Nasional Bouzareah (1978-1979). Tahun 1984 diangkat sebagai Duta Besar untuk Perancis dan tahun 1988 sebagai Duta Besar untuk Maroko. Tahun 1988 terpilih sebagai Sekretaris Jenderal partai tunggal di Aljazair, Front Pembebasan Nasional/FLN. |