PAMERAN DAN PELATIHAN MEMBUAT BATIK MENARIK MINAT KALANGAN PENGRAJIN ALJAZAIR
Keberhasilan Indonesia dalam mengembangkan tradisi membuat batik oleh masyarakat yang semula hanya merupakan kegiatan home industry tetapi dewasa ini telah menjadi kegiatan industri yang mendukung kegiatan perekonomian nasional telah diperkenalkan kepada masyarakat Aljazair melalui penyelenggaraan Paviliun Batik Tradisional Indonesia. Paviliun tsb diselenggarakan oleh KBRI Alger pada tgl 18 – 25 Maret 2010 dengan memanfaatkan ajang Pameran Internasional Kerajinan Tradisional & Seni Aljazair ke-15 yang berlangsung di Palais des Expositions, Alger. Di Paviliun seluas 112 m2 tsb telah digelar beragam batik dari berbagai daerah di Indonesia dan di atas beragam materi seperti kain katun, sutra, serat dan kayu. Di Paviliun tsb juga diselenggarakan pelatihan singkat mengenai teknik membuat batik oleh Batik House Indonesia, Jakarta yang mengirimkan seorang instruktur, Sdr. Venny Alamsyah Bahar. Penyelenggaraan pelatihan tsb selain untuk lebih memperkenalkan produk batik Indonesia, juga sebagai salah satu bentuk nyata kerjasama Indonesia – Aljazair dalam meningkatkan kapasitas kalangan pengrajin Aljazair.
Selama berlangsungnya Pameran, Paviliun tsb dipenuhi oleh para pengunjung. KBRI Alger bekerjasama dengan ANART (Agence National de l’Artisanat Traditionnel) telah secara khusus mengundang kalangan pengrajin Aljazair yang berpartisipasi dalam Pameran dan para Direktur Wilayah (Kepala Dinas) Kementerian UKM & Kerajinan di seluruh Aljazair untuk mengikuti pelatihan dan mendapatkan penjelasan tentang perkembangan industri batik di Indonesia. Selain itu, KBRI Alger juga mengundang para mitra kerja seperti kalangan jurnalis Aljazair dan koresponden asing, biro perjalanan dan sekolah seni serta kalangan diplomatik. Kegiatan pelatihan yang berlangsung selama dua hari tsb berlangsung meriah karena para peserta yang curious dengan proses membatik secara tradisional melakukannya dengan sangat antusias dan pada akhir pelatihan surprise melihat hasil dari pelatihan singkat yang mereka ikuti, dan menerima Certificate de Participation dari Dubes RI di Alger, Yuli Mumpuni Widarso.
Menteri UKM & Kerajinan Aljazair, Dr. Mustapha Benbada menyampaikan penghargaan kepada KBRI Alger yang telah menyelenggarakan kegiatan pameran dan pelatihan tsb. Beliau menyatakan tertarik dengan penjelasan Dubes RI mengenai produksi batik di Indonesia yang telah menjadi salah satu pilar kekuatan ekonomi rakyat di beberapa tempat konsentrasi industri batik, terutama inforamsi tentang nilai ekspor batik ke berbagai Negara yang tidak hanya dalam bentuk kain batik (tekstil) tetapi juga produk garment dan home decorations. Menurut Menteri Benbada, kegiatan yang bersifat edukatif tsb merupakan bentuk kerjasama nyata dari Pemri dalam meningkatkan pemahaman masyarakat Aljazair khususnya kalangan pengrajin mengenai pentingnya mengembangkan kerajinan tradisional agar dapat memberikan hasil nyata bagi peningkatan perekonomian rakyat.
Alger, 29 Maret 2010
Keterangan foto:
Kunjungan Menteri UKM & Kerajinan Aljazair, Dr. Mustapha Benbada ke Paviliun Batik Tradisional Indonesia di Alger, tgl 20 Maret 2010, menyaksikan kegiatan pameran dan pelatihan membuat batik.