y y   y
eKBRI AlgerteTentang AljazairteHubungan bilateralteLinks

 






iecee
 
gedung kbri
Kedutaan Besar Republik

17, Chemin Abdelkader Gaddouche
Hydra, Alger, Algérie

B.P.62 El-Mouradia 16070 Alger
Tel.: +213 21 69 49 15/21
Fax.: +213 21 69 49 10


Kembali ke halaman utama

Pada tanggal 15 April 2008 KBRI Alger bekerjasama dengan KADIN Aljazair telah mengadakan business lunch di Hotel Hilton Alger, Aljazair, dihadiri oleh 60 undangan, baik dari kalangan pejabat pemerintah maupun pengusaha Aljazair, termasuk importir produk Indonesia dari luar kota Alger. Pejabat Aljazair yang hadir antara lain Dirjen ALGEX (BPEN); Dirjen ANDI (BKPM); Dirjen Fairphos (BUMN Phosphate); Dirjen SAFEX (BUMN Exposition), Dirjen Hubungan dengan KADIN Kementerian Perdagangan; dan Direktur Kerjasama LN Kementerian Perdagangan. Hadir pula Mr. Reda Hamiani, mantan Menteri UKM yang datang dalam kapasitas beliau sebagai Presiden Forum Pimpinan Perusahaan-perusahaan Aljazair. Sementara itu dari kalangan pengusaha dan importir telah hadir para PDG (Presdirjen) perusahaan/importir elektronik, kosmetika & farmasi, furnitur, pengolahan makanan kaleng, alat pendingin penyimpan makanan, kopi, kayu, teh, tekstil, footwear, CPO, mentega, kerajinan dan perhiasan. Selain itu hadir pula jurnalis dari media terkemuka Aljazair (El Watan, El Khabar, El Moudjahid, TV Algerie, Canal Algerie, Tourisme).

Guna lebih memahami potensi ekonomi dan perdagangan Indonesia maka format pertemuan berupa pemaparan dan tanya jawab. Bertindak sebagai pembicara adalah Duta Besar RI – Alger, Yuli Mumpuni Widarso yang selain membuka pertemuan juga telah memberikan paparan tentang perkembangan di Indonesia khususnya potensi ekonomi Indonesia (up date information).

Presiden KADIN Aljazair, Brahim Bendjaber telah menjelaskan tentang prospek kerjasama ekonomi dan perdagangan RI – Aljazair dari perspektif Aljazair. Dijelaskan pula tentang rencana kerjasama KADIN Aljazair dan KBRI Alger kedepan, termasuk rencana penyelenggaraan business meeting pada waktu Pameran Dagang Internasional di Alger, 7-12 Juni 2008.

Kepala ITPC Budapest, Muchlis Syahminan selaku Nara Sumber telah menjelaskan tentang rencana penyelenggaraan Indonesia Expo di Warsawa, 7 - 10 Mei 2008, sementara Kepala Bidang Ekonomi KBRI Alger, Meddy H. Sewaka telah menjelaskan tentang perkembangan hubungan perdagangan RI– Aljazair.

Dalam kesempatan tersebut telah dibagikan bahan-bahan promosi berupa CD & leaflet tentang Indonesia Expo Warsawa 7-10 Mei 2008, leaflet PPE di Jakarta Oktober 2008, leaflet Pameran Mutu Manikam Nusantara di Jakarta Oktober 2008, CD & leaflet nama-nama perusahaan/eksportir Indonesia (kerajinan, perhiasan, souvenir, furnitur, peralatan home & garden decoration, batik, garment) dan Buletin KBRI Alger edisi April 2008 serta bahan pemaparan Dubes RI.  

Para pengusaha Aljazair tampak sangat antusias mengikuti pemaparan-pemaparan yang disampaikan para pembicara. Mereka menghargai KBRI Alger yang telah menyelenggarakan kegiatan business lunch ini, yang dinilai sebagai kesempatan yang sangat baik untuk lebih memahami potensi bisnis kedua negara. Mereka juga sepakat dengan Dubes RI Alger bahwa volume perdagangan RI – Aljazair yang pada tahun 2007 total mencapai US$ 348,363 juta masih jauh di bawah potensi kedua negara. Untuk itu diharapkan lebih banyak lagi kalangan pengusaha/eksportir Indonesia dapat berpartisipasi dalam pameran dagang di Aljazair. Mereka  bahkan diharapkan Pemerintah RI dan KBRI Alger  juga dapat menyelenggarakan Expo Indonesia di Alger.

Khusus menyangkut kerjasama bisnis, para pengusaha Aljazair juga menaruh perhatian terhadap pelaksanaan perjanjian-perjanjian kerjasama ekonomi dan perdagangan yang telah ditandatangani oleh Indonesia dan Aljazair. Mereka juga mendorong KADIN Aljazair dan Indonesia untuk melaksanakan MoU Kerjasama antara KADIN Indonesia dan Aljazair tahun 1992 dan 2003, mengingat KADIN merupakan salah satu motor untuk upaya peningkatan kegiatan bisnis. Sementara itu kalangan jurnalis menanyakan tentang tingkat pemahaman kalangan pengusaha Indonesia mengenai potensi ekonomi Aljazair. Diharapkan, diantara kedua negara terdapat kerjasama dalam masalah ini, mengingat saling pemahaman merupakan salah satu kunci keberhasilan kegiatan bisnis. 

Mengenai prospek bisnis di Aljazair, menurut mereka beberapa komoditi ekspor Indonesia yang belum masuk ke Aljazair seperti perikanan, otomotif, kosmetika, perhiasan, building materials, stationery, mengandung prospek yang sangat baik. Pasar Aljazair yang sangat dinamis (35 juta penduduk, lebih dari 30% kelas menengah keatas dengan income per capita antara US$ 2200 – US$ 4500) selama ini baru diisi oleh produk dari China, Jepang, Korea, dan Malaysia.

Dubes RI Alger menyatakan bahwa meskipun Business Luch tersebut merupakan kesempatannya yang pertama bertemu dengan kalangan pejabat Kementerian Perdagangan dan bisnis Aljazair, khususnya para importir produk-produk Indonesia, namun bobot dan jumlah undangan yang hadir telah membesarkan hati dan memperkuat pemikiran bahwa hubungan perdagangan RI – Aljazair kedepan sangat prospektif.

Paparan yang diberikan oleh Kepala ITPC Budapest juga telah menggugah peserta yang hadir untuk lebih mengenal potensi produk ekspor Indonesia dan meningkatkan keinginan kalangan pengusaha Aljazair untuk berbisnis dengan Indonesia. Beberapa undangan telah menyatakan akan meninjau Indonesia Expo Warsawa untuk dapat mengadakan one-on-one meeting dengan mitra dagang dari Indonesia.

Presiden  KADIN Aljazair, Dirjen  ALGEX dan kalangan pengusaha Aljazair menilai kegiatan semacam ini yang menunjukkan adanya sinergi antara unsur pemerintah dan pengusaha di Indonesia dalam mensukseskan business event dan merupakan best practices yang baik bagi Aljazair. Dirjen SAFEX (BUMN Exposition) bahkan menyatakan akan mencontoh upaya Indonesia dalam menggerakkan Perwakilan di luar negeri untuk menarik minat pengusaha di negara akreditasi terhadap potensi ekonomi Indonesia. Presiden KADIN Aljazair dan Presiden Asosiasi Pimpinan Perusahaan Aljazair bahkan mengharapkan kerjasama dari KBRI Alger, BPEN dan KADIN Indonesia untuk mendukung sekiranya KADIN Aljazair ingin menyelenggarakan business meeting di Jakarta.

Alger, 15 April 2008
Conception MM  |  Mentions légales  | Nous contacter© 2008 Ambassade d'Indonésie en Algérie,Tous droits réservés.