|

Kedutaan Besar Republik Indonesia
Ambassade de la République d'Indonésie
Alger, Algérie
PRESS RELEASE
No. 05/PR/ALGER/VI/10
PARTISIPASI INDONESIA PADA
PAMERAN INTERNASIONAL ALGER KE-43
(43e FOIRE INTERNATIONALE D’ALGER)
Alger, 2-7 Juni 2010
Indonesia kembali berpartisipasi pada Pameran Internasional Alger ke-43 (43e Foire Internationale d’Alger/FIA-43) yang akan berlangsung di Palais d’Exposition, Pins Maritimes, Alger tanggal 2-7 Juni 2010. Pameran tahun ini mengangkat tema “Aljazair: Peluang Investasi Strategis” (Algérie: des Opportunités d’Investissement Stratégiques) diikuti oleh 835 perusahaan asing yang berasal dari 43 negara dan 368 perusahaan publik dan swasta Aljazair.
Tujuan penyelenggaraan FIA-43 yang direncanakan akan dibuka oleh Perdana Menteri Aljazair, Ahmed Ouyahia tersebut tidak hanya untuk memfasilitasi para pengusaha asing memperkenalkan beragam produk perusahaannya di pasar Aljazair, tetapi juga untuk menarik minat para investor asing menanamkan modalnya di Aljazair. Pemerintah Aljazair saat ini giat mendorong masuknya investasi asing untuk mendorong pengembangan perekonomian negara tersebut, khususnya kebijakan diversifikasi sumber ekonomi agar tidak hanya tergantung pada migas.
Pada FIA-43 ini, BPEN Kemdag RI bekerjasama dengan KBRI Alger mendirikan Paviliun Indonesia berdekorasi batik di atas lahan seluas 100 m2 yang akan memamerkan beberapa komoditi ekspor produksi PT. International Chemical Industy (baterai), N&A Design (busana muslim), PT. Indobatt Industri Permai (baterai kendaraan), PT. Inti Jaringmas Fishing Net Industry (jaring ikan), dan CV. Abyra Bali (pakaian dan aksesori anak-anak). Selain itu juga terdapat tiga distributor produk Indonesia di Aljazair, yaitu Only Sweets Sarl (agen PT. Mayora Indah Tbk), Fouara 8 Mai 1945 (agen PT. Multistrada Arah Sarana, Tbk) dan Indomie Alger (agen PT. Indofood Sukses Makmur).
Badan Penanaman Modal dan Pendayagunaan Kekayaan dan Usaha Daerah (BPMPKUD) DKI Jakarta juga berpartisipasi untuk mempromosikan potensi dan peluang investasi di Indonesia khususnya Jakarta. Demikian pula PT Wijaya Karya juga akan tampil di Paviliun Indonesia, selain memamerkan produk teknologi infrastruknya yang telah digunakan di proyek pembangunan jalan bebas hambatan di Aljazair bagian Timur (East – West Motorway), juga akan mengumumkan perkembangan kegiatannya di Aljazair, yakni dicapainya Joint Cooperation Agreement dengan perusahaan konstruksi Aljazair «Euro-Japon» untuk mengerjaka berbagai proyek infrastruktur di Aljazair.
Melalui partisipasi Indonesia pada FIA-43 tersebut diharapkan dapat meningkatkan kembali nilai ekspor Indonesia ke Aljazair yang pada tahun 2009 sempat menurun sebagai imbas dari krisis keuangan global. Ekspor Indonesia ke Aljazair pada tahun 2009 hanya mencapai USD 234,715 juta, turun 60.59 persen dibandingkan tahun 2008 yang mencapai USD 387,444 juta. Untuk itu KBRI Alger akan menyelengagrakan business cocktail di Paviliun Indonesia pada tanggal 3 Juni 2010 untuk mendorong terjalinnya kontak bisnis antara para pengusaha Indonesia dan Aljazair. Dalam kesempatan tersebut, BNI 46 akan memperkenalkan produk bisnisnya yaitu memfasilitasi transaksi bisnis ekspor-impor antara Indonesia dan Aljazair, sebagai response positif terhadap keputusan Pemerintah Aljazair yang pada bulan Agustus 2009 memberlakukan sistem L/C untuk kegiatan ekspor – impor.
Selama ini ekspor Indonesia ke Aljazair masih didominasi oleh produk agribisnis seperti minyak kelapa sawit mentah (CPO) (tahun 2009 menguasai 89.91% pangsa pasar, dengan nilai USD 35,029,017), kopi dan rempah-rempah (tahun 2009 menguasai 20.17% pangsa pasar, dengan nilai USD 52,419,942) serta lemak dan minyak nabati/hewani (tahun 2009 menguasai 9.97% pangsa pasar, dengan nilai USD 56,308,360).
Sementara itu pasar Aljazair menjanjikan potensi yang cukup menarik bagi beberapa produk ekspor andalan Indonesia lainnya seperti ban kendaraan (tahun 2009 Aljazair membelanjakan USD 223,405,198, sedangkan Indonesia baru menguasai 2.05% pasar Aljazair dengan nilai USD 4,594,145); garment (tahun 2009 Aljazair membelanjakan USD 126,026,521, sedangkan Indonesia baru menguasai 0.35% pasar Aljazair dengan nilai USD 442,734); bahan material konstruksi (tahun 2009 Aljazair membelanjakan USD 2,039,000,259, sedangkan Indonesia baru menguasai 1.36% pasar Aljazair dengan nilai USD 27,738,185); serta mobil dan suku cadang (tahun 2009 Aljazair membelanjakan USD 4,751,577,328, sedangkan Indonesia baru menguasai 0.02% pasar Aljazair dengan nilai USD 950,773).
Alger, 1 Juni 2010
|