Kedutaan Besar Republik Indonesia
Ambassade de la République d'Indonésie
Alger, Algérie

PRESS RELEASE

No. 04/PR/ALGER/V/10

PERINGATAN 55 TAHUN KONFERENSI ASIA-AFRIKA 1955

Alger, Aljazair, 24 – 29 Mei 2010
Penyelenggaraan Seminar dan Pameran Foto

 

Konferensi Asia-Afrika di Bandung tahun 1955 (KAA Bandung 1955) memiliki nilai sejarah dan arti penting bagi bangsa dan pemerintah Aljazair karena KAA Bandung 1955 merupakan forum internasional besar pertama yang memberi kesempatan kepada wakil bangsa Aljazair untuk menyampaikan dan mengangkat isyu kolonialisme di Aljazair dan yang membuka jalan bagi pembahasan isyu kemerdekaan bangsa Aljazair di Sidang Majelis Umum PBB ke-10 bulan Oktober 1955.

KBRI Alger bekerjasama dengan Institut Diplomasi dan Hubungan Internasional (Institut Diplomatique et de Relations Internationales / IDRI) Kementerian Luar Negeri Aljazair dan Arsip Nasional Aljazair (Archives Nationales d’Algérie) serta Museum KAA Bandung, menyelenggarakan dua kegiatan, yakni Seminar Sehari bertema “Perkembangan Kerjasama Asia-Afrika Sepanjang 55 Tahun KAA Bandung 1955” tanggal 24 Mei 2010 dan Pameran Foto bertema “Rekam Jejak 55 Tahun KAA Bandung 1955” tanggal 24 - 29 Mei 2010, keduanya berlangsung di Gedung Arsip Nasional Aljazair, Alger.
Dua kegiatan tersebut dalam pelaksanaannya telah mendapatkan arahan langsung dari Presiden Aljazair, Y.M Tuan Abdelaziz Bouteflika. Seminar dan Pameran Foto akan dibuka oleh YM Tuan Mourad Medelci, Menteri Luar Negeri Aljazair dan Y.M. Dr. N. Hassan Wirajuda, Anggota Dewan Pertimbangan Presiden RI & mantan Menteri Luar Negeri RI. Agenda yang akan dibahas dalam Seminar meliputi aspek sejarah Konferensi Asia-Afrika 1955 hingga perkembangan kerjasama  Asia-Afrika 55 tahun setelah KAA Bandung 1955.

Panelis dari Indonesia adalah Dr. Pribadi Sutiono, Plh. Direktur Diplomasi Kementerian Luar Negeri, Prof. Dr. Mochtar Mas’oed, Kepala Pusat Kajian Keamanan dan Perdamaian UGM dan Dr. M. Darwis Khudori, dosen pada Universitas Le Havre, Prancis. Sementara itu panelis dari Aljazair adalah Amb. Salih Benkobbi (veteran & mantan Dubes Aljazair di Libya); Amb. Laarbi Demagh El Atrous (mantan Dubes Aljazair di Jakarta & mantan Menteri Kebudayaan Aljazair);  Amb. Messaoud Ait Challal (mantan wakil FLN di Lebanon, mantan Dubes Aljazair di Italia, & mantan penasehat Presiden Chadli Bendjedid); Prof. Mohamed Lakhdar Maougal (Univ. Alger); Dr. Mohamed Laichoubi (mantan Menteri Kerja dan Perlindungan Sosial,  mantan Menteri Pemuda dan Olahraga serta mantan Dubes Aljazair di Rumania); dan Prof. Nadia Chettab (Univ. Annaba).   

Sementara itu Pameran Foto akan menampilkan foto-foto yang merekam berbagai kegiatan dan peristiwa seputar pelaksanaan KAA 1955 Bandung dan KTT Asia-Afrika di Jakarta tahun 2005 serta Peringatan 50 Tahun (Golden Jubilee) KAA 1955 di Bandung tahun 2005 koleksi Kementerian Luar Negeri Indonesia dan Museum KAA Bandung. Direktur Jenderal Arsip Nasional Aljazair, Abdelmadjid Chikhi juga mengijinkan dokumen-dokumen bersejarah mengenai partisipasi Aljazair dalam KAA Bandung 1955 koleksi Arsip Nasional Aljazair untuk juga dipamerkan.

Dalam kerangka pengembangan kerjasama Asia-Afrika, Kepala Pusdiklat Kementerian Luar Negeri RI, Drs. Darmansjah Djumala, M.A. juga akan mengadakan pembicaraan dengan mitranya di Aljazair, yakni Direktur Jenderal Institut Diplomasi dan Hubungan Internasional Kemlu Aljazair, Amb. Noureddine Bardad-Daidj mengenai kemungkinan kerjasama antar institut diplomatik kedua negara. Demikian pula, Direktur Museum KAA  Bandung, Isman Pasha yang juga Sekretaris Umum Asosiasi Museum Indonesia yang hadir selaku ko-sponsor Pameran Foto dalam kesempatan kunjungan ke Alger tersebut juga akan mengadakan pertemuan dengan Direktur Museum Militer dan Museum Mujahidin Riadh El-Feth, Alger guna menjajagi peluang kerjasama antara museum perjuangan kemerdekaan di Indonesia dan Aljazair.

Pelaksanaan Seminar dan Pameran Foto Peringatan 55 Tahun Konferensi Asia-Afrika Bandung 1955 tersebut diselenggarakan dalam rangka meningkatkan pemahaman generasi muda Aljazair mengenai peran penting Indonesia dalam sejarah perjuangan kemerdekaan bangsa Aljazair dan sebagai upaya pemeliharaan semangat kerjasama dan solidaritas Asia-Afrika yang berangkat dari Dasa Sila Bandung tahun 1955 dan diperkokoh dengan komitmen New Asian-African Strategic Partnership (NAASP) KTT Asia – Afrika di Jakarta tahun 2005.                                                                                                             

Alger, 20 Mei 2010

 
 

  .......kembali ke halaman utama