|
PRESS RELEASE
No. 02/PR/ALGER/III/10 PARTISIPASI INDONESIA PADA
Penyelenggaraan pameran yang dibuka oleh Menteri UKM Aljazair, Dr. Mustapha Benbada tsb dimaksudkan untuk memberi kesempatan kepada kalangan pengrajin di seluruh Aljazair untuk menampilkan kreasi mereka. Oleh karena itu, 48 Pemerintah Propinsi di seluruh Aljazair menyertakan pengrajin unggulan mereka. Selain itu juga dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas pengrajin Aljazair, Pemerintah Aljazair juga mengundang negara-negara sahabat untuk berpartisipasi. Pada pemeran ke-15 ini turut berpartisipasi pengrajin dari Brasil, Republik Demokrasi Congo, India, Pakistan, Pantai Gading, Sudan, Syria, Tunisia, dan Vietnam. KBRI Alger memfasilitasi partisipasi 11 perusahaan Indonesia, dikoordinir oleh Kementerian Koperasi & UKM yang menempati lahan pameran di sektor pakaian tradisional (24M2), perhiasan (24M2) dan sulaman bordir (18M2). Perusahaan perhiasan dan aksesoris Indonesia yang berpartisipasi adalah Nahdi Jewelry, Reny Feby Jewelry dan PT. Cahaya Alam Nusantara Indah. Sementara itu untuk busana dan batik adalah Oli Design (Bandung), N & A Design (Jakarta) dan Gragee Collection (Cirebon). Sedangkan untuk produk sulaman dan bordir telah berpartisipasi Achmad Sofiullah (Jakarta) Aceh Gift Art (Banda Aceh), Agustine Bordir (Bogor), dan Dina Marlina Design (Jakarta). Menteri UKM Aljazair menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada KBRI Alger yang aktif mendorong partisipasi pengusaha Indonesia dalam pameran tsb yang telah tampil dengan stand yang menarik perhatian pengunjung karena masing-masing stand menampilkan dekorasi yang berbeda, yakni stand busana batik dengan dekorasi batik Jawa, stand sulaman bordir dengan dekorasi Bali dan stand perhiasan & aksesoris dengan dekorasi Minangkabau. Dalam kesempatan pameran tersebut, KBRI Alger juga membuka Paviliun Batik Indonesia (100M2) yang selain memamerkan beberapa koleksi batik Indonesia juga menyelenggarakan demo teknik pembuatan batik tradisional Indonesia dan pelatihan membatik oleh Batik House Indonesia (Jakarta) bagi pengrajin Aljazair, kalangan biro perjalanan wisata dan media Aljazair serta kalangan diplomat asing di Alger. Guna mempromosikan partisipasi Indonesia dalam pameran tsb, maka KBRI Alger pada tgl 17 Maret 2010 telah menyelenggarakan acara cocktail party di Wisma Indonesia dengan mengundang kalangan pembeli potensial seperti pengusaha, pejabat dan diplomat asing di Alger. Tanggapan mereka sangat positif dan mengharapkan Indonesia akan mengekspor produk garment, perhiasan & aksesoris ke Aljazair. KBRI Alger mengharapkan melalui partisipasi dalam Pameran tersebut potensi produk kerajinan Indonesia lebih dikenal di Aljazair dan dapat masuk ke pasar Aljazair. Ekspor Indonesia ke Aljazair pada tahun 2009 tercatat USD 234,715.00 juta yang masih didominasi oleh produk agribisnis seperti CPO (2008: 95% pangsa pasar: USD 161,273,253.00) dan kayu & produk kayu (2008: 3% pangsa pasar: USD 24,962,000.00). Sementara itu pasar Aljazair cukup potensial, terlihat pada penyerapannya yang pada tahun 2008 membelanjakan USD 14,098,510.00 untuk membeli produk perhiasan & aksesoris dimana Indonesia belum tercatat sebagai salah satu sumber impornya. Sementara itu untuk produk tekstil & garment membalanjakan USD 68,603,011.00 dimana Indonesia baru menguasai 0,78% pasar Aljazair dengan nilai ekspor USD 354.000.00. (2008). Alger, 19 Maret 2010
|