Kedutaan Besar Republik Indonesia
Ambassade de la République d'Indonésie

PRESS RELEASE

No. 01/PR/ALGER/II/10

 11th SPECIAL SESSION OF THE GOVERNING COUNCIL / GLOBAL MINISTERIAL
ENVIRONMENT FORUM UNITED NATIONS ENVIRONMENT PROGRAMME (UNEP)
BALI, 22-26 FEBRUARI 2010

Menteri Penataan Wilayah, Lingkungan Hidup dan Pariwisata Aljazair Pimpin Delegasi Aljazair

Menteri Penataan Wilayah, Lingkungan Hidup dan Pariwisata Aljazair, Mr. Chérif Rahmani memenuhi undangan Menteri Lingkungan Hidup RI untuk hadir pada Sidang ke-11 UNEP Governing Council/Global Ministerial Environmental Forum (GC/GMEF) di Bali tanggal 22-26 Februari 2010, sebagai Ketua Delegasi Aljazair dan Wakil Ketua Sidang dimaksud. Sidang tersebut merupakan forum penting pertama paska Konferensi lklim di Kopenhagen, Denmark 7 — 18 Desember 2009 yang akan membahas sejumlah isu-isu penting lingkungan hidup, antara lain mengenai tata kelola lingkungan, ekonomi hijau dan keanekaragaman hayati. Dalam Sidang tersebut, Indonesia akan mengusulkan isyu pelestarian aneka ragam hayati kelautan sebagai tindak lanjut dari Manado Declaration yang dihasilkan oleh Konferensi Kelautan Dunia (World Ocean Conference) di Manado, 15 Mei 2009.

Dalam pertemuan dengan Dubes RI di Alger, Yuli Mumpuni Widarso, tgl 16 Februari 2010, Menteri Chérif Rahmani menyampaikan bahwa Delegasi Aljazair akan memberikan kontribusi bagi dicapainya kemajuan pembahasan paska Konperensi Iklim di Kopenhagen dan mendukung peran penting Indonesia yang menjembatani perbedaan posisi antara kelompok negara berkembang dan negara maju.

Selain menghadiri Sidang tsb, Menteri Chérif Rahmani juga akan mengadakan pertemuan bilateral dengan Menteri Lingkungan Hidup RI, Dr. Gusti Muhammad Hatta dan Menteri Kebudayaan & Pariwisata RI, Ir. Jero Wacik. Aljazair mengharapkan dapat diadakan kerjasama bilateral di bidang lingkungan hidup dan pariwisata, seperti pelestarian keanekaragaman hayati dan pelatihan SDM yang bergerak di sektor industri pariwisata dan promosi bersama potensi pariwisata. Dalam kaitan dengan pariwisata, Menteri Chérif Rahmani dalam beberapa kesempatan menyampaikan kekagumannya terhadap perkembangan pelestarian lingkungan hidup dan pariwisata di Indonesia, khususnya upaya Pemerintah Indonesia dalam melestarikan lingkungan hidup yang dapat berjalan secara paralel dengan pembangunan pariwisata.

Indonesia menyambut baik perhatian dan partisipasi penting Aljazair dalam pembahasan global isyu-isyu lingkungan hidup dan perubahan iklim sebagaimana ditunjukkan dengan penyelenggaraan Sidang Para Menteri Lingkungan Hidup Uni Afrika di Alger, November 2008 dan partisipasi Aljazair dalam Manado World Ocean Conference, Mei 2009.

Meskipun secara geografis kedua negara memiliki kondisi alam yang berbeda, baik Indonesia maupun Aljazair memandang perlunya meningkatkan kerjasama dalam upaya mencari penyelesaian berbagai masalah lingkungan, perubahan iklim dan pemanasan global. Demikian pula, keberhasilan Indonesia dalam mengembangkan pariwisata sebagai salah satu sumber perekonomian negara menarik perhatian Aljazair untuk dapat menerapkan hal serupa di negaranya, utamanya dalam rangka diversifikasi perekonomian Aljazair yang selama ini masih didominasi oleh industri migas.

KBRI Alger senantiasa mengupayakan peningkatan kerjasama bilateral RI —Aljazair di berbagai bidang, termasuk lingkungan hidup dan pariwisata. Dalam kaitan ini, KBRI Alger pada bulan Maret 2009 telah mensponsori kunjungan 10 tour operators Aljazair ke Indonesia untuk mengadakan pertemuan dengan kalangan industri pariwisata di Indonesia. Selain itu, sejak Mei 2008 — Januari 2010 KBRI Alger juga telah mengundang 9 jurnalis Aljazair ke Indonesia serta 7 jurnalis Indonesia ke Aljazair untuk lebih mempromosikan potensi pariwisata kedua negara.

Alger, 20 Februari 2010

Keterangan foto :
Dubes RI Yuli Mumpuni Widarso menyampaikan buku-buku tentang pariwisata di Indonesia kepada Menteri Chérif Rahmani di Kementerian Penataan Wilayah, Lungkungan Hidup & Pariwisata Aljazair, Alger 16 Februari 2010.

 

  .......kembali ke halaman utama