y y   y
eKBRI AlgerteTentang AljazairteHubungan bilateralteLinks

 

Photo Album Kegiatan
Kunker Menteri Agama RI



iecee.
 
gedung kbri
Kedutaan Besar
Republik Indonesia

17, Chemin Abdelkader Gaddouche
Hydra, Alger, Algérie

B.P.62 El-Mouradia 16070 Alger
Tel.: +213 21 69 49 15/21
Fax.: +213 21 69 49 10


Kembali ke halaman depan

Menteri Agama Republik Indonesia, Muhammad Maftuh Basyuni pada hari ini tanggal 17 April 2008 memulai Kunjungan Kerja ke Republik Demokratik Rakyat Aljazair hingga 17 — 19 April 2008. Agenda Kunjungan Kerja Menteri Agama RI adalah dalam rangka meningkatkan hubungan dan kerjasama bilateral, khususnya di bidang keagamaan. Selama di Aljazair, Menteri Agama RI melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Agama dan Wakaf Aljazair Bouabdellah Ghlamallah, pertemuan dengan Menteri Pendidikan Tinggi dan Riset Ilmiah Aljazair Rachid Haraoubia, serta melakukan Kunjungan Kehormatan kepada Perdala Menteri Aljazair, Abdelaziz Belkhadem.

Kunjungan kerja ini adalah memenuhi undangan resmi Menteri Bouabdellah Ghlamallah yang juga akan diisi dengan pembahasan inengenai implementasi, evaluasi, peningkatan, serta perluasan kerjasama bilateral RI-Aljazair di bidang keagamaan khususnya kerjasama yang telah disepakati dalam "Memorandum Kesepahaman antara Pemerintah Republik Indonesia dan Perierintah Republik Demokratik Rakyat Aljazair tentang Kerjasama Bidang Keagamaan" Tahun 1995.

Salah satu area of cooperation dalam Memorandum Kesepahaman yang dinilai penting oleh kedua negara untuk lebih ditingkatkan antara lain adalah program pertukaran beasiswa bidang studi Agama Islam dan program saling kunjung pejabat tinggi dan tokoh keagamaan kedua Negara.

Pada periode 2000-2006, telah berhasil lulus 17 mahasiswa Indonesia pada program 82 studi Islam di Univeritas Emir Abdelkade, Constantine. Sebaliknya telah berhasil lulus 14 mahasiswa Aljazair pada program S2 studi Islam pada berbagai Universitas Islam Negeri (UIN) di Indonesia.

Para pejabat tinggi dan tokoh keagamaan Indonesia yang berkunjung ke Aljazair antara lain kunjungan Menteri Agama RI, Bapak Tolchah Hasan pada tahun 2000, Rektor Institut Ilmu Al Qur'an Prof. Dr. Akhsin Sakh o pada tahun 2006, serta Ketua PBNU, Dr. K.H. Hasyim Muzadi, Dekan Fakultas Tarbiyah, UIN Sunan Kalijogo, Dr. K.H. Malik Madaniy dan Wakil Rektor UIN Syarif Hidayatullah Dr. Jamhari Ma'ruf pada tahun 2007. Pejabat tinggi dan tokoh keagamaan Aljazair yang berkunjung ke Indonesia antara lain Menteri Agama & Wakaf Aljazair Bouabdellah Ghlamallah pada tahun 2001, serta tokoh Majelis Tinggi Islam (Haute Conseil Islamique) Aljazair Dr. Mahfoud Smati dan Prof. El Mamoun El Kasimi pada tahun 2004 dan 2006.

Indonesia sebagai anggota Organisasi Konfernsi Islam dan sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia mendukung semangat kerjasama antar negara-negara Islam. Dalam mewujudkan semangat kerjasama tersebut, Indonesia antara lain memiliki prakarsa untuk menyelenggarakan International Conference of Islamic Scholars (ICIS) di Jakarta pada tahun 2004 dan 2006. ICIS merupakan wadah bagi cendikiawan dan ilmuwan Islam di dunia untuk saling bertukar pikiran, serta senantiasa menjalin dan memelihara silaturahmi.

Indonesia selalu menilai penting komunikasi dengan sesama negara Islam menyangkut berbagai isu mengenai Islam dan dengan keberhasilan proses demokrasi pada Pemilu 2004 telah menunjukkan bahwa Islam adalah "kompatibel" dengan Demokrasi. Sebagai salah satu negara demokrasi terbersar di dunia, Indonesia juga model bagi Negara-negara Islam di dunia.

Menyadari mengenai pentingnya dialog sebagai salah satu jalan keluar terhadap masalah menurunnya citra Islam sebagai dampak dan munculnya masalah terorisme, Indonesia telah menjadi promotor utama Interfaith Dialogue for Cooperation, yang aktif memprakarsai dan berpartisipasi dalam berbagai dialog dan kerjasama. Berbagai kegiatan Interfaith Dialogue yang merupakan prakarsa dan melibatkan partisipasi aktif Indonesia antara lain di tingkat regional seperti Asia Pacific Interfaith Dialogue for Cooperation (Jogjakarta, 2004; Cebu, 2006; Waitargi, 2007; Phnompenh, 2008); di tingkat inter-regional Asia-Europe Meeting (ASEM) Interfaith Dialogue (Bali, 2005; Cyprus,2006; Nanjing, 2007; dan Amsterdam, 2008); Eerta di tingkat multilateral yaitu UN Interfaith Dialogue for Peace yang diprakarsa oleh Sekjen PBB. Dua tokoh Indonesia yaitu Bapak Ali Alatas dan Dr. Din Syamsudin, Ketua PP Muhammadiyah merupakan eminent person dalam event penting tersebut.

Alger, 17 April 2008

Conception MM  |  Mentions légales  | Nous contacter© 2008 Ambassade d'Indonésie en Algérie,Tous droits réservés.