Berkenaan dengan wafatnya mantan Presiden H. Muhamad Soeharto, Pemerintah dan rakyat Aljazair menyatakan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Presiden Aljazair Abdelaziz Boutheflika dalam kesempatan menerima Dubes RI untuk Aljazair, Yuli Mumpuni Widarso, tanggal 27 Januari 2008 juga menyatakan turut berduka cita yang sedalamdalamnya atas wafatnya mantan Presiden Soeharto dan mengharapkan Dubes RI meneruskan ke Jakarta ungkapan bela sungkawa dari Pemerintah dan seluruh rakyat Aljazair. Presiden Boutheflika juga meminta para petinggi Aljazair untuk menyatakan bela sungkawa dengan menandatangani buku bela sungkawa yang disediakan oleh kbri alger di wisma duta.
Pada tanggal 28 Januari 2008, pejabat tinggi negara Aljazair urutan setelah Presiden telah ke Wisma Duta KBRI Alger untuk menyampaikan rasa duka cita dan mengisi buku bela sungkawa. Ke-3 pejabat tinggi negara tersebut adalah :
- Ketua Senat, Abdelkader Bensalah;
- Presiden Parlemen Aljazair (Asemblee Populaire Nationale), Abdelaziz Ziari; dan
- Perdana Menteri Abdelaziz Belkhadem.
Kepada Dubes RI, mereka menyatakan banwa Aljazair tidak akan pernah melupakan jasa-jasa indonesia bagi bangsa Aljazair. kehilangan yang dirasakan oleh bangsa Indonesia atas wafatnya alm. Presiden Soeharlo juga merupakan kehilangan bagi bangsa Aljazair.
pengisian buku bela sungkawa di Wisma Duta oleh para pejabat tinggi negara Aljazair tersebut diliput dan disiarkan oleh stasiun tv Aljazair ENTV. sementara itu, harian lokal El-Khabar edisi tanggal 28 Januari 2008 telah memuat berita mengenai wafatnya mantan Presiden Soeharto.
Pernyataan duka cita juga diungkapkan oleh para mantan Dubes Aljazair di Jakarta, Dirjen Asia Oceania dan Dirjen Protkol Kemlu Aljazair serta kalangan korps diplomatik di Alger yang ke Wisma Duta untuk mengisi buku bela sungkawa.
Alger, 28 Januari 2008 |