|
|
PRESS RELEASE No. 03/PR/ALGER/I/09 |
|
Kedutaan Besar Republik Indonesia Ambassade de la République d’Indonésie Alger, Algérie |
17, Chemin Abdelkader Gadouche, Hydra, Alger, Algérie Phone : 213 21 694 915 / 694 921 Fax : 213 21 694 910 www.indonesia-dz.org Email :
kbrialger@indonesia-dz.org |
|
ALJAZAIR SEBAGAI
MITRA BARU INDONESIA UNTUK KERJASAMA
DI BIDANG INFRASTRUKTUR Menteri Pekerjaan Umum Aljazair, Dr. Amar Ghoul dengan
didampingi oleh Kepala Protokol Kementerian Pekerjaan Umum Aljazair, Mr. Mr.
Rabah Drouazi melakukan kunjungan kerja ke Indonesia dari tanggal 12 – 16
Januari 2009, dalam rangka memenuhi undangan dari Menteri Pekerjaan Umum RI,
Ir. Djoko Kirmanto. Selama di Indonesia, Menteri Amar Ghoul direncanakan
akan melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri PU yang dilanjutkan dengan
penandatanganan Memorandum Saling Pengertian (MOU) di Bidang Kerjasama
Pekerjaan Umum – Infrastruktur. Pembicaraan bilateral juga dilakukan
dengan Menteri Negara BUMN Dr. Sofyan
Djalil dan Menteri Luar Negeri Dr. N. Hassan Wirajuda. Selain itu juga
mengadakan kunjungan kehormatan kepada Wakil Presiden RI, Bapak Jusuf Kalla
dan meninjau beberapa proyek infrastruktur di Jakarta dan sekitarnya serta
Bandung. Hubungan
bilateral RI – Aljazair khususnya di sektor pekerjaan umum – infrastruktur,
yang merupakan sektor non-tradisional dalam hubungan bilateral, menunjukkan
peningkatan yang mengesankan. Hal tsb antara lain terlihat pada kegiatan saling
kunjung antar pejabat instansi kedua negara. Sekjen Kementerian PU dan
beberapa wakil BUMN Aljazair telah berkunjung ke Indonesia pada tanggal 23-28
Pebruari 2003. Kunjungan balasan dilakukan oleh Sekjen Departemen Kimpraswil
RI ke Aljazair tanggal 27 September – 3 Oktober 2003, yang juga diikuti
oleh 10 pelaku usaha BUMN dan swasta
Indonesia yang bergerak di bidang jasa konstruksi. Perekonomian nasional Aljazair yang ditopang oleh
pendapatan dari ekspor migas terus berkembang dan meningkatkan cadangan
devisa yang hingga Maret 2008 mencapai US$ 138 milyar. Hal tsb memungkinkan
Pemerintah Aljazair pada tahun 2008 mengalokasikan dana yang cukup besar,
yakni mencapai US$ 90 milyar bagi pembangunan sektor pekerjaan umum –
infrastruktur. Selama lima tahun terakhir, fokus pembangunan infrastruktur di
Aljazair adalah pembangunan sarana umum, meliputi jalan raya (jalan bebas
hambatan dan jalan nasional), bandara, pelabuhan, RS, gedung sarana
pendidikan, air bersih, tempat ibadah mesjid dan perumahan (program 1 juta
unit rumah tahun 2008 dan 1 juta unit rumah tahun 2009). Beragam dan besarnya
proyek-proyek pembangunan infrastruktur tersebut telah memaksa Pemerintah
Aljazair untuk mengundang berbagai perusahaan kontraktor asing untuk
melaksanakan berbagai proyek pembangunan di negara tsb. Kondisi
yang membuka peluang bagi kalangan kontraktor pembangunan infrastruktur
tersebut telah dimanfaatkan oleh PT Wijaya Karya yang berpartisipasi dalam
proyek sipil terbesar di negara tsb (East-West
Motorway Project) sebagai mitra konsorsium Jepang (COJAAL). Pada bulan
Juni 2007 PT Wijaya Karya telah membangun 45 buah jembatan, 47 saluran drainese jalan (box culvert), dan 9 unit road
box culvert. Untuk mendukung kegiatannya tsb, PT Wijaya Karya juga telah
membangun 1 unit pabrik beton pra-cetak (pre-cast
concrete) yang telah memproduksi 320 girder.
PT Wijaya Karya sejak akhir tahun 2007 juga telah mendatangkan 850 pekerja
terampil Indonesia ke Aljazair. Selain itu, COJAAL juga merekrut 300 tenaga
kerja terampil Indonesia sehingga dewasa ini terdapat 1050 tenaga kerja
Indonesia yang bekerja di proyek jalan raya tersebut. Kunjungan
ini merupakan bukti nyata dari komitmen kedua negara untuk terus meningkatkan
kerjasama di berbagai sektor. Kedua pihak mengharapkan kunjungan ini akan
lebih meningkatkan saling pemahaman diantara Kementerian PU kedua negara
mengenai potensi masing-masing pihak bagi kemungkinan peningkatan kerjasama
dimasa mendatang. Program
kunjungan kerja telah dirancang untuk memberikan informasi yang
sebanyak-banyaknya kepada Menteri PU Aljazair mengenai berbagai proyek
pekerjaan umum - infrastruktur di Jakarta dan Bandung. Dalam kesempatan
kunjungan ke Bandung, juga diacarakan kunjungan ke Museum Konperensi
Asia-Afrika mengingat KAA Bandung tahun 1955 sangat berarti bagi masyarakat
Aljazair.
Alger, 11 Januari 2009 |
|